Mujiman . Andi Wahyu Widodo
Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Pada penelitian ini, penulis menggunakan Mikrokontroler AT89C51 sebagai perangkat utama kendali sistem. Mikrokontroler memperoleh informasi dari masukkan sensor infra merah dengan phototransistor sebagai penerima untuk melakukan tidakan interupsi, berupa pelaksanaan tindakan buka pintu dan menutupnya setelah sensor tidak terhalang dengan terlebih dahulu memeberikan pewaktuan sebagai jeda waktu seseorang melintasi pintu. Sensor batas gerak berupa 4 buah optocoupler sebagai fungsi batas buka dan tutup pintu, dengan sistem pewaktuan berupa jam yang ditampilkan pada empat buah seven segment.
Sebagai sebuah sarana otomatisasi, alat ini berfungsi sebagai penguncian berdasarkan waktu, hingga dapat berdiri sendiri sebagai sistem keamanan otomatis. Sedangkan sebagai sebuah sistem dengan keluaran mekanis, sistem ini bekerja melakukan pengaturan motor DC, sebagai pengerak mekanis yang digunakan untuk mengerakan pintu.
Sebagai sistem penguncian berdasarkan waktu Alat ini dilengkapi dengan penampil seven segmen, penampil tersebut digunakan untuk tampilan jam, Tampilan tersebut merupakan sistem pewaktuan yang diwujudkan untuk menandai konsep penguncian berdasarkan waktu. Proses pergerakan pintu diwujudkan dengan pengerak 2 motor DC, dengan perwujudan gerakan mekanis untuk mengerakan ke dua pintu mengeser kekanan dan kiri.
DAFTAR PUSTAKA
Andi, Paulus Nalwan, 2003, Teknik Antar Muka dan Pemrograman Mikrokontroler AT89C51, Elek Media Komputindo. Jakarta.
Atmel, 1997, Flash Microcontroller architectural Overview. Atmel Inc, Http://www.atmel.com, USA
Bishop, Owen., 2002, Dasar-Dasar Elektronika, PT. Erlangga, Jakarta
Ibrahim, K.F. dan Santosa Insap., 1996, Teknik Digital, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Putra, Agfianto E., 2002, Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55, Gava Media, Yogyakarta.
Senin, 26 Oktober 2009
APLIKASI IC ISD 2590 SEBAGAI PESAN PADA SAKLAR OTOMATIS LAMPU PENERANGAN
Slamet Hani
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Jl. Kalisahak no.28 Balapan Yogyakarta 55222
Aplikasi IC ISD 2590 adalah sebuah rangakain pengirim pesan, rangkaian tersebut menggunakan detector sinyal suara atau yang disebut Mic Codenser. Detektor ini akan mengaktifkan rangkaian jika sinyal suara tinggi tertangkap dan seterusnya akan dikirim ke relay. Di sini, rangkaian perekam pesan suara menggunakan sebuah IC ISD 2590 yang dapat merekam selama 90 detik, hanya dengan merekam dalam beberapa detik, IC ISD 2590 dapat menyimpan ke dalam Memory Voice yang tersedia.
Pada proses perekaman, suara yang dihasilkan pada perekam sangat dipengaruhi oleh kondisi atau tingkat kebisingan daerah sekitarnya. Dengan menggunakan Mic Codenser sebagai pengindera suara, tingkat ketelitian alat dalam mendeteksi sinyal suara yang ada dalam suatu ruangan dapat di atur besar kecilnya dari VR yang terpasang sehingga dapat diatur seberapa kesensitifan Mic Codenser dalam menangkap sinyal suara.
Pada hakikatnya suatu rangkaian bekerja secara maksimal dibatasi oleh waktu penggunaannya, disamping itu rangkaian Aplikasi IC ISD 2590 sebagai pesan pada saklar otomatis lampu penerangan tersebut dipengaruhi oleh suhu, dan kelembapan disuatu ruangan, sehingga komponenkomponen tersebut bias terjadi penurunan tingkat kemampuan dalam bekerja.
DAFTAR PUSTAKA
Schommers, A., 1992, ”Elektronika Untuk Pemula”, Volume Pertama, PT. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta.
Andi Pratomo K, 2004, ”Rangkaian Elektronik Praktis” , Cetakan Pertama, Puspa swara, Jakarta
Barry Woollard, 2003, ”Elektronika Praktis”, PT. Pradyana Paramita, Jakarta.
Dwi Suanar Prasetyono, 2003, ” Belajar Sistem Cepat Elektronika”, Penerbit Absolut, Yogyakarta
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Jl. Kalisahak no.28 Balapan Yogyakarta 55222
Aplikasi IC ISD 2590 adalah sebuah rangakain pengirim pesan, rangkaian tersebut menggunakan detector sinyal suara atau yang disebut Mic Codenser. Detektor ini akan mengaktifkan rangkaian jika sinyal suara tinggi tertangkap dan seterusnya akan dikirim ke relay. Di sini, rangkaian perekam pesan suara menggunakan sebuah IC ISD 2590 yang dapat merekam selama 90 detik, hanya dengan merekam dalam beberapa detik, IC ISD 2590 dapat menyimpan ke dalam Memory Voice yang tersedia.
Pada proses perekaman, suara yang dihasilkan pada perekam sangat dipengaruhi oleh kondisi atau tingkat kebisingan daerah sekitarnya. Dengan menggunakan Mic Codenser sebagai pengindera suara, tingkat ketelitian alat dalam mendeteksi sinyal suara yang ada dalam suatu ruangan dapat di atur besar kecilnya dari VR yang terpasang sehingga dapat diatur seberapa kesensitifan Mic Codenser dalam menangkap sinyal suara.
Pada hakikatnya suatu rangkaian bekerja secara maksimal dibatasi oleh waktu penggunaannya, disamping itu rangkaian Aplikasi IC ISD 2590 sebagai pesan pada saklar otomatis lampu penerangan tersebut dipengaruhi oleh suhu, dan kelembapan disuatu ruangan, sehingga komponenkomponen tersebut bias terjadi penurunan tingkat kemampuan dalam bekerja.
DAFTAR PUSTAKA
Schommers, A., 1992, ”Elektronika Untuk Pemula”, Volume Pertama, PT. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta.
Andi Pratomo K, 2004, ”Rangkaian Elektronik Praktis” , Cetakan Pertama, Puspa swara, Jakarta
Barry Woollard, 2003, ”Elektronika Praktis”, PT. Pradyana Paramita, Jakarta.
Dwi Suanar Prasetyono, 2003, ” Belajar Sistem Cepat Elektronika”, Penerbit Absolut, Yogyakarta
Selasa, 20 Oktober 2009
Aplikasi Wideband CDMA Pada Jaringan GSM
Pada aplikasi penerapan sistem akses WideBand CDMA (W-CDMA) pada Abis
interface jaringan eksis GSM (antara BSC dengan BTS). Penambahan sistem W-CDMA
pada jaringan GSM akan menambah perangkat transceiver W-CDMA pada struktur Abis
interface jaringan GSM yang dapat dimanfaatkan untuk layanan data kecepatan tinggi.
Asumsi – asumsi yang digunakan :
• Dual mode terjadi pada BSS (Base Stasion Sub Sistem) dan pada MS tidak terjadi
dual mode
• MSC telah mampu melayani 2 sistem (TDMA/W-CDMA)
BSS terdiri dari BSC yang mengontrol satu atau lebih BTS yang berisi beberapa
TRX (Transmitter Receiver). Abis interface mempunyai kemampuan mendukung 3
konfigurasi BTS internal yang berbeda yaitu :
• Satu TRX.
• Beberapa TRX yang semuanya dilayani oleh satu kanal fisik secara bersama.
• Beberapa TRX yang masing – masing mempunyai kanal fisik.
Sedangkan BCF (Base Control Function) berfungsi mengatur fungsi common control
antara transmitter dan receiver serta kanal fisik pada BTS. Penerapan dual mode WCDMA
pada Abis interface dilakukan dengan menambah perangkat TRX W-CDMA
pada BSS yang proses transmisinya diatur oleh BSC. Struktur kanal dual mode GSM/WCDMA
secara garis besar terdiri atas kanal kontrol, kanal data TDMA, kanal data WCDMA.
Kanal kontrol terdiri atas kanal kontrol sistem TDMA dan kanal kontrol sistem
W-CDMA. Penerapan teknik dual mode W-CDMA pada jaringan GSM dilakukan
dengan menambahkan addresing bit pada W-CDMA sebagai tanda frame W-CDMA,
sehingga pada penerima MS atau BTS dapat mengidentifikasi frame–frame W-CDMA.
Adanya field address akan diidentifikasi sebagai frame W-CDMA atau frame TDMA
oleh BSC pada kanal uplink untuk pengolahan data serta mengirim ke MSC untuk
keperluan routing, roaming dan lain-lain. Pada sistem TDMA (GSM) adanya field
address akan mengubah algoritma pemrosesan data pada radio link. Dengan adanya
penambahan addressing ini maka terjadi perubahan proses channel coding pada sistem
GSM. Penambahan bit addressing adalah 3 bit sehingga output dari channel coding
mempunyai bit rate (456+3)bit/20 ms = 22,95 kbps. Pada sistem W-CDMA terdapat field
address sehingga akan mengubah algoritma channel coding dengan menambahkan field
address setelah interleaving.
Pembuatan perangkat lunak untuk panduan belajar menulis huruf Al Qur’an
Karena pada umumnya seseorang yang memulai belajar menulis huruf Al-Qur’an masih mengalami kesulitan, maka melalui tugas akhir ini dibuat sebuah perangkat lunak yang memandu untuk belajar menulis huruf Al Qur’an dari huruf Latin. Yang diinginkan dari program ini adalah menampilkan huruf- huruf Al-Qur’an dan cara menulis rangkaian huruf Al Qur’an. Penulisan huruf Al Qur’an yang dimulai dari kanan ke kiri, dan gerakan penulisan maupun gerakan merangkai huruf Al Qur’an juga ditampilkan pada program ini, sehingga dengan menggunakan program tugas akhir ini akan dituntun langkah demi langkah untuk menulis huruf Al Qur’an.
Program didisain untuk menerima huruf- huruf Latin yang dikenali oleh huruf Al Qur’an dan memeriksa letak huruf Latin dalam sebuah kata supaya sesuai dengan aturan penulisan huruf Al Qur’an. Berbeda dengan huruf Latin, penyambungan huruf Al Qur’an akan menyebabkan perubahan bentuk huruf Al-Qur’an itu sendiri. Dalam disain program ini cara penulisannya dihasilkan dari file- file BMP yang berisi huruf, angka dan tanda baca Al Qur’an, untuk penampilan animasi gerakan huruf Al Qur?an ini pada awalnya huruf Al Qur?an ini sudah ditampilkan terlebih dahulu hanya saja diberi warna abu-abu yang mendekati putih. Sehingga dalam programnya jika menemukan warna abu-abu dirubah menjadi hitam, untuk gerakkannya sudah ditentukan mana yang harus
dikerjakan terlebih dahulu dengan memasukkan koordinatnya. Pembuatan Perangkat Lunak ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland
Delphi.
Hasil dari pembuatan perangkat lunak untuk panduan belajar menulis huruf Al-Qur’an yaitu user dapat melihat bagaimana suatu huruf latin jika diinputkan akan dikonversikan ke dalam huruf Al Qur’an dan juga user dapat melihat cara penulisan melalui gerakan penulisan huruf Al Qur’an baik yang berdiri sendiri maupun yang huruf Al Qur’an yang disambung.
Subject
1. SOFTWARE ENGINEERING
Keyword
software design, writing, al quran, software engineering
DAFTAR PUSTAKA
Tugas Akhir No. 03/098/ELK/2003; Katon Pasanto (23496110), Universitas Perta Kristian
Karena pada umumnya seseorang yang memulai belajar menulis huruf Al-Qur’an masih mengalami kesulitan, maka melalui tugas akhir ini dibuat sebuah perangkat lunak yang memandu untuk belajar menulis huruf Al Qur’an dari huruf Latin. Yang diinginkan dari program ini adalah menampilkan huruf- huruf Al-Qur’an dan cara menulis rangkaian huruf Al Qur’an. Penulisan huruf Al Qur’an yang dimulai dari kanan ke kiri, dan gerakan penulisan maupun gerakan merangkai huruf Al Qur’an juga ditampilkan pada program ini, sehingga dengan menggunakan program tugas akhir ini akan dituntun langkah demi langkah untuk menulis huruf Al Qur’an.
Program didisain untuk menerima huruf- huruf Latin yang dikenali oleh huruf Al Qur’an dan memeriksa letak huruf Latin dalam sebuah kata supaya sesuai dengan aturan penulisan huruf Al Qur’an. Berbeda dengan huruf Latin, penyambungan huruf Al Qur’an akan menyebabkan perubahan bentuk huruf Al-Qur’an itu sendiri. Dalam disain program ini cara penulisannya dihasilkan dari file- file BMP yang berisi huruf, angka dan tanda baca Al Qur’an, untuk penampilan animasi gerakan huruf Al Qur?an ini pada awalnya huruf Al Qur?an ini sudah ditampilkan terlebih dahulu hanya saja diberi warna abu-abu yang mendekati putih. Sehingga dalam programnya jika menemukan warna abu-abu dirubah menjadi hitam, untuk gerakkannya sudah ditentukan mana yang harus
dikerjakan terlebih dahulu dengan memasukkan koordinatnya. Pembuatan Perangkat Lunak ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland
Delphi.
Hasil dari pembuatan perangkat lunak untuk panduan belajar menulis huruf Al-Qur’an yaitu user dapat melihat bagaimana suatu huruf latin jika diinputkan akan dikonversikan ke dalam huruf Al Qur’an dan juga user dapat melihat cara penulisan melalui gerakan penulisan huruf Al Qur’an baik yang berdiri sendiri maupun yang huruf Al Qur’an yang disambung.
Subject
1. SOFTWARE ENGINEERING
Keyword
software design, writing, al quran, software engineering
DAFTAR PUSTAKA
Tugas Akhir No. 03/098/ELK/2003; Katon Pasanto (23496110), Universitas Perta Kristian
GPS data logger
Pada pembuatan peta kertas, umumnya dilakukan dengan pemotretan dari angkasa dan harus melewati proses-proses yang rumit. Dengan semakin majunya teknologi, pembuatan peta dapat dilakukan hanya dengan menempuh jalur yang akan dibuat peta dengan menggunakan alat sebagai pencari data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan peta tersebut. Oleh karena itu dengan melihat kemampuan GPS, maka timbul ide untuk dapat memanfaatkannya sebagai pencari informasi/data posisi dari suatu obyek dan posisi jalur-jalur yang ditempuhnya. Sehingga GPS dapat diaplikasikan sebagai GPS Data Logger, Untuk mendukung pembuatan peta di PC dengan aplikasi GPS. Dengan menggunakan GPS Data Logger maka pembuatan peta menjadi sangat mudah dan efisien. Pembuatan sistem dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler AT89S52 yang di-interface-kan dengan GPS TFAG-10. Mikrokontroler berfungsi untuk mengatur keseluruhan sistem yang dibuat. GPS mengirimkan data koordinat, yang berupa posisi obyek pada saat itu, kemudian data dibaca oleh mikrokontroler dan disimpan. Selain itu mikrokontroler berfungsi untuk mengatur tampilan, mengatur pengiriman data ke PC, dan pengaturan selang waktu penyimpanan data. Kapasitas memori yang dipakai mencapai 2 Mbit, dan dapat dipakai untuk menyimpan 12483 data (titik koordinat). Lama pemakaian alat ini disesuaikan dengan kapasitas memori dan power supply yang menggunakan accu,dapat mencapai kurang lebih 6 jam.
Sistem dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil pembacaan GPS. Sistem telah diuji coba untuk pembacaan data GPS, perekaman dan penghapusan data mengatur selang waktu perekaman, pengiriman data ke PC, menyajikan hasil pengolahan data menjadi peta (hasilnya sama dengan peta asli), penulisan F0 sebagai sistem keamanan, sistem loading pada tampilan awal dan keseluruhan sistem berjalan sesuai dengan baik.
Subject
1.AUTOMATIC CONTROL
2. GLOBAL POSITIONING SYSTEM
3. DIGITAL CONTROL SYSTEMS
DAFTAR PUSTAKA
Tugas Akhir No. 02010810/ELK/2006; Buyung Kurniadi Sugiarto (23402133),Universitas Perta Kristian
Pada pembuatan peta kertas, umumnya dilakukan dengan pemotretan dari angkasa dan harus melewati proses-proses yang rumit. Dengan semakin majunya teknologi, pembuatan peta dapat dilakukan hanya dengan menempuh jalur yang akan dibuat peta dengan menggunakan alat sebagai pencari data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan peta tersebut. Oleh karena itu dengan melihat kemampuan GPS, maka timbul ide untuk dapat memanfaatkannya sebagai pencari informasi/data posisi dari suatu obyek dan posisi jalur-jalur yang ditempuhnya. Sehingga GPS dapat diaplikasikan sebagai GPS Data Logger, Untuk mendukung pembuatan peta di PC dengan aplikasi GPS. Dengan menggunakan GPS Data Logger maka pembuatan peta menjadi sangat mudah dan efisien. Pembuatan sistem dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler AT89S52 yang di-interface-kan dengan GPS TFAG-10. Mikrokontroler berfungsi untuk mengatur keseluruhan sistem yang dibuat. GPS mengirimkan data koordinat, yang berupa posisi obyek pada saat itu, kemudian data dibaca oleh mikrokontroler dan disimpan. Selain itu mikrokontroler berfungsi untuk mengatur tampilan, mengatur pengiriman data ke PC, dan pengaturan selang waktu penyimpanan data. Kapasitas memori yang dipakai mencapai 2 Mbit, dan dapat dipakai untuk menyimpan 12483 data (titik koordinat). Lama pemakaian alat ini disesuaikan dengan kapasitas memori dan power supply yang menggunakan accu,dapat mencapai kurang lebih 6 jam.
Sistem dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil pembacaan GPS. Sistem telah diuji coba untuk pembacaan data GPS, perekaman dan penghapusan data mengatur selang waktu perekaman, pengiriman data ke PC, menyajikan hasil pengolahan data menjadi peta (hasilnya sama dengan peta asli), penulisan F0 sebagai sistem keamanan, sistem loading pada tampilan awal dan keseluruhan sistem berjalan sesuai dengan baik.
Subject
1.AUTOMATIC CONTROL
2. GLOBAL POSITIONING SYSTEM
3. DIGITAL CONTROL SYSTEMS
DAFTAR PUSTAKA
Tugas Akhir No. 02010810/ELK/2006; Buyung Kurniadi Sugiarto (23402133),Universitas Perta Kristian
Selasa, 13 Oktober 2009
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU)yang Mengguanakan Debu Tembakau Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Energi Listrik
Iwan Sumigto:
Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU)yang Mengguanakan Debu Tembakau Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Energi Listrik
ABSTRAK
Debu tembakau merupakan hasil sampingan yang berlimpah dari hasil pabrik rokok yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.Dari hasil analisis debu tembakau secara laboratoris,diketahui bahwa debu tembankau memilki nilai kalori yang cukup besar dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik.Debu tembakau dijadikan bahan bakar haruslahdipilih dan tidak mengandung plastik,karena bila oastik dibakar akan menghasilkan gas beracun.Dengan suplai debu tembakau sebagai bahan bakar sebanyak 35 ton per hari dan pembangkit energi listrik jalan kontinu,maka akan dihasilkan energi listrik sebesar 1500 KW
1.PENDAHULUAN
Dewasa ini seiring dengan perkembangan teknologi dan juga meningkatnya kehifdupan manusia maka penggunaan energi untuk menunjang peningkatan kehidupan manusia juga meningkat.Sumber energi yang paling vital adalah energi listrik,sebab energi listrik dapat juga menjadi energi panas,energi gerak, dan sebagainya.Untuk menghasilkan energi listrik itu sendiri tidaklah mudah dan memerluan banyak energi yang mendukung,terutama fuel,air,pendingin,air bersih, dan udara.Pada bab ini akan dijelaskan latar belakang permasalahan mengapa memilih debu tembakau sebagai bahan bakar pembangkit eneri listrik,perumusan masalah,dan tujuan akhir yang ingin dicapai
1.2 Perumusan Masalah
Dalam tugas akhir yang akan dilaksanakan ini akan dilakukan pembahasan antara lain:
• Analisis karakteristik dan kandungan kimia dari tebu tembakau
a. Debu tembakau yang tersedia
b. Nilai kalori dari debu tembakau perhari
c. Kadar C,H,O,N dan S dari tebu tembakau
• Menentukan peralatan-peralatan PLTU,meliputi penemuan:
a. Boiler
b. Turbin
c. Generator
• Menghitung efesiensi pembangkit
1.3 Tujuan Tugas Akhir
Tujuan akhir dari tugas akhir ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis debu tembakau sebagai bahan bakar pembangkit energi listrik
Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU)yang Mengguanakan Debu Tembakau Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Energi Listrik
ABSTRAK
Debu tembakau merupakan hasil sampingan yang berlimpah dari hasil pabrik rokok yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.Dari hasil analisis debu tembakau secara laboratoris,diketahui bahwa debu tembankau memilki nilai kalori yang cukup besar dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik.Debu tembakau dijadikan bahan bakar haruslahdipilih dan tidak mengandung plastik,karena bila oastik dibakar akan menghasilkan gas beracun.Dengan suplai debu tembakau sebagai bahan bakar sebanyak 35 ton per hari dan pembangkit energi listrik jalan kontinu,maka akan dihasilkan energi listrik sebesar 1500 KW
1.PENDAHULUAN
Dewasa ini seiring dengan perkembangan teknologi dan juga meningkatnya kehifdupan manusia maka penggunaan energi untuk menunjang peningkatan kehidupan manusia juga meningkat.Sumber energi yang paling vital adalah energi listrik,sebab energi listrik dapat juga menjadi energi panas,energi gerak, dan sebagainya.Untuk menghasilkan energi listrik itu sendiri tidaklah mudah dan memerluan banyak energi yang mendukung,terutama fuel,air,pendingin,air bersih, dan udara.Pada bab ini akan dijelaskan latar belakang permasalahan mengapa memilih debu tembakau sebagai bahan bakar pembangkit eneri listrik,perumusan masalah,dan tujuan akhir yang ingin dicapai
1.2 Perumusan Masalah
Dalam tugas akhir yang akan dilaksanakan ini akan dilakukan pembahasan antara lain:
• Analisis karakteristik dan kandungan kimia dari tebu tembakau
a. Debu tembakau yang tersedia
b. Nilai kalori dari debu tembakau perhari
c. Kadar C,H,O,N dan S dari tebu tembakau
• Menentukan peralatan-peralatan PLTU,meliputi penemuan:
a. Boiler
b. Turbin
c. Generator
• Menghitung efesiensi pembangkit
1.3 Tujuan Tugas Akhir
Tujuan akhir dari tugas akhir ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis debu tembakau sebagai bahan bakar pembangkit energi listrik
Senin, 12 Oktober 2009
Analisis Keamanan VoIP Over VPN
Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak layanan multimedia telah dikembangkan di internet Salah satu dari layanan itu adalah VoIP.
Teknologi VoIP sangat menguntungkan karena menggunakan jaringan berbasis IP yang sudah memiliki jaringan kuat di dunia sehingga biaya untuk melakukan panggilan jauh lebih efisien daripada menggunakan telepon analog. Tetapi VoIP memiliki kelemahan yaitu keamanan yang tidak terjamin. Karena berbasis IP, maka siapapun bisa melakukan penyadapat dan perekaman terhadap data VoIP. Dari sinilah muncul suatu pemikiran tentang bagaimana caranya untuk mengamankan data VoIP tanpa mengurangi performansi dari jaringan VoIP itu sendiri.Salah satu cara adalah dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network). VPN sendiri telah diketahui sebagai salah satu metoda yang handal dalam menangani masalah keamanan jaringan, terutama untuk pengiriman data penting. Untuk mengimplementasikan pemikiran tersebut maka dibuatlah suatu sistem VoIP over VPN. Kemudian dianalisa bagimana performansi dan keamanan VoIP sebelum dan sesudah menggunakan VPN. Apakah voice yang dihasilkan oleh VoIP over VPN masih memenuhi standar ITU-T berdasarkan delay, jitter dan packet loss.
Dari pengujian dengan menggunakan codec G729 didapatkan bahwa untuk bitrate 96 kbps maka performansi (delay, jitter dan packet loss) dengan menggunakan VPN tidak terlalu berubah (adanya pengkatan sekitar 1%- 8%). Tetapi ketika bitrate dibuat dibawah 64 kbps maka performansi VoIP menurun drastis (delay meningkat 1000%, jitter 100% dan packet loss meningkat sekitar 83% sampai 87% ) sedangkan untuk keamanan data VoIP, VPN dapat mengamankan data dari ancaman keamanan. Sebelum menggunakan VPN data VoIP dapat direkam dan dimainkan ulang. Data payloadnya juga dapat ditangkap dan dilihat tetapi setelah menggunakan VPN VoIP tidak dapat direkam dan data payloadnya tidak terlihat.
Teknologi VoIP sangat menguntungkan karena menggunakan jaringan berbasis IP yang sudah memiliki jaringan kuat di dunia sehingga biaya untuk melakukan panggilan jauh lebih efisien daripada menggunakan telepon analog. Tetapi VoIP memiliki kelemahan yaitu keamanan yang tidak terjamin. Karena berbasis IP, maka siapapun bisa melakukan penyadapat dan perekaman terhadap data VoIP. Dari sinilah muncul suatu pemikiran tentang bagaimana caranya untuk mengamankan data VoIP tanpa mengurangi performansi dari jaringan VoIP itu sendiri.Salah satu cara adalah dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network). VPN sendiri telah diketahui sebagai salah satu metoda yang handal dalam menangani masalah keamanan jaringan, terutama untuk pengiriman data penting. Untuk mengimplementasikan pemikiran tersebut maka dibuatlah suatu sistem VoIP over VPN. Kemudian dianalisa bagimana performansi dan keamanan VoIP sebelum dan sesudah menggunakan VPN. Apakah voice yang dihasilkan oleh VoIP over VPN masih memenuhi standar ITU-T berdasarkan delay, jitter dan packet loss.
Dari pengujian dengan menggunakan codec G729 didapatkan bahwa untuk bitrate 96 kbps maka performansi (delay, jitter dan packet loss) dengan menggunakan VPN tidak terlalu berubah (adanya pengkatan sekitar 1%- 8%). Tetapi ketika bitrate dibuat dibawah 64 kbps maka performansi VoIP menurun drastis (delay meningkat 1000%, jitter 100% dan packet loss meningkat sekitar 83% sampai 87% ) sedangkan untuk keamanan data VoIP, VPN dapat mengamankan data dari ancaman keamanan. Sebelum menggunakan VPN data VoIP dapat direkam dan dimainkan ulang. Data payloadnya juga dapat ditangkap dan dilihat tetapi setelah menggunakan VPN VoIP tidak dapat direkam dan data payloadnya tidak terlihat.
Label:
Mefifa Rusli R (41407010023)
Langganan:
Postingan (Atom)