Tampilkan postingan dengan label Laura Zinnia Valentine (41407010003). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laura Zinnia Valentine (41407010003). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2009

METODE PENGONTROLAN TEMPERATUR KOLAM IKAN KERAPU BERBASIS MIKROKONTROLER AT90S8515

Perancangan Perangkat Keras

Blok diagram dari sistem yang dibuat pada perancangan Tugas Akhir ini secara keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Diagram blok perancangan perangkat keras

• Perangkat yang Digunakan:

1. Sistem Minimum Mikrokontroler AT90S8515
2. Pengontrol Tegangan AC
3. Zero Crossing Detector
4. Sensor Temperatur dan Penguat Operasional
5. Rangkaian ADC
6. Rangkaian Display
7. Perancangan Unit Masukan
8. Catu Daya DC

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/23698336/Proposal-Skripsi-mikrokontroler

PENDETEKSI KADAR ALKOHOL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 DENGAN SENSOR ALKOHOL AF63

Heris Setyawan
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
Abstrak

Tingkat-tingkat keracunan tubuh sebagai akibat penggunaan minuman beralkohol mempunyai presentasi sebagai berikut: (1) kurang dari 10% akan berakibat perubahan-perubahan kecil, hanya dapat diketahui melalui tes khusus. (2) antara 10% sampai dengan 15% akan mengakibatkan emosi yang tidak stabil, respon yang lambat terhadap rangsangan. (3) kadar 15% sampai dengan 25% akan mengakibatkan kebingungan, bicara tidak menentu, jalan terhuyung-huyung (mabuk). (4) kadar 25% sampai dengan 35% akan mengakibatkan seseorang menjadi tidak sadar serta gerakan-gerakan ototnya tidak terkoordinir, dan (5) kadar alkohol diatas 45%, akan berakibat pada kematian.

Untuk menanggulangi adanya pemalsuan kadar alkohol maka diperlukan suatu alat yang dapat mendeteksi secara benar berapa kandungan alkohol dalam larutan. Sistem ini bekerja dengan cara mendeteksi uap dari alkohol itu sendiri, alkohol yang akan kita ukur berapa kadarnya terlebih dahulu kita letakkan pada gelas sample yang telah disediakan. Sensor akan bekerja jika tombol start diaktifkan. Cara kerja dari sensor AF 63 adalah dengan cara menaikkan suhu pada heater rangkaian, perubahan suhu pada heater itu sendiri akan merubah resistansi dari sensor. Keluaran sensor akan diolah oleh pengondisi sinyal dan hasilnya akan dikonversi oleh rangkaian ADC. Output ADC akan oleh Mikrokontroller dan keluaran akhirnya akan ditampilkan pada LCD. Oleh karena kemampuan sensor yang sangat terbatas dalam mendeteksi kadar alkohol, maka data yang nantinya akan ditampilkan pada LCD tidak dapat tepat menunjukan berapa persen kandungan alkohol dalam larutan. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan range pada setiap kadar alkohol yang dideteksi.

Kesimpulan dari perancangan sistem pendeteksi kadar alkohol ini adalah: (1) Sistem ini mampu mendeteksi kadar alkohol dari 0% hingga 45%, (2) Selang waktu sensor dapat mendeteksi sampel larutan alkohol adalah sampai dengan mendisplaykan pada LCD adalah kurang lebih 1 menit.
KATA KUNCIi: Alkohol, AF 63, Mikrokontroller, LCD
DAFTAR PUSTAKA
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/TE/article/view/3753

APLIKASI FUZZY LOGIC UNTUK PENGENDALI PENERANGAN RUANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

Suatu penerangan ruang diperlukan oleh manusia untuk mengenali objek secara visual. Penerangan mempunyai pengaruh terhadap fungsi sebuah ruangan. Oleh karena itu diperlukan lampu sebagai sumber penerangan utama yang dapat menunjang fungsi ruangan. Umumnya untuk pengaturan penerangan ruangan digunakan prinsip on-off. Pengaturan penerangan dengan prinsip on-off hanya berdasarkan pada kondisi gelap terang ruangan, tanpa menghiraukan kontribusi dari luar. Hal ini sering mengakibatkan ketidaknyamanan dan ketidakefisienan penggunaan energi listrik. Oleh karena itu diperlukan pengaturan penerangan yang dihasilkan lampu.

Prinsip kendali yang digunakan adalah kendali fuzzy. Sistem inferensi fuzzy yang digunakan pengendali penerangan ruangan ini adalah Metode Mamdani. Komposisi aturan menggunakan operator OR (union), sedangkan untuk defuzzifikasi digunakan metode MOM (Mean of Maximum). Sebagai pengendali utama pada sistem menggunakan miktokontroller ATmega8535 dengan input dari sensor cahaya (LDR). Output dari pendendali selanjutnya ditampilkan LCD M1632 sebagai penampil dan sebagai input rangkaian pengatur tegangan. Sistem ini bekerja di dalam ruangan (in door) menggunakan maket rumah dengan tiga ruangan sebagai model.

Dalam pengujian perangkat keras dan lunak, diketahui bahwa sistem pengendalian penerangan ruangan ini dapat menghemat energi. Dari pengujian sensor cahaya diperoleh hubungan antara luminansi dan tegangan yang mendekati linier, sehingga pengendalian dengan mikrokontroler ATmega8535 dapat bekerja dengan baik.

Kata kunci: Pengendali Fuzzy, Iluminasi, Mikrokontroler ATmega8535

DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH6d95.dir/doc.pdf

Jumat, 18 Desember 2009

APLIKASI MIKROKONTROLLER AT89S51 DALAM SISTEM MEMBUKA DAN MENUTUP PINTU GERBANG SECARA OTOMATIS

INTISARI
Khamid Asnan. 2007. Aplikasi Mikrokontroller AT89S51 dalam Sistem Membuka
dan Menutup Pintu Gerbang Secara Otomatis. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro
S1, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Selo, S.T, M.T,
M.Sc.

Otomasi industri yang semakin berkembang menjanjikan kemudahan dalam kehidupan manusia. Kemudahan dalam mengoperasikan suatu peralatan elektronik merupakan keinginan bagi para konsumen. Jarak, waktu, dan tenaga menjadi salah satu kendala dalam pengoperasian sejumlah peralatan elektronik. Sehingga harapan kemudahan itulah yang mengakibatkan perkembangan teknologi dari keinginan manusia yang tak terbatas. Mereka berharap bisa melakukan efisiensi waktu dan tenaga yang akan memperlancar rutinitas kerja sehari-hari.
Dalam hal membuka dan menutup pintu gerbang sekalipun manusia berharap bisa mengendalikan secara otomatis. Maka digunakanlah gelombang radio yang dipancarkan dari pemancar yang memberikan sinyal untuk operasi pengendalian tersebut. Sinyal radio dibangkitkan dari rangkaian osilator yang mengirimkan pulsapulsa yang mewakili perintah-perintah dalam operasi pengendalian sistem tersebut.
Sinyal tersebut diterima oleh rangkaian penerima untuk operasi pengendalian gerak motor dalam operasi membuka dan menutup pintu gerbang secara otomatis. Keamanan juga merupakan hal yang vital dalam sistem ini, karena itu digunakan sistem penguncian dan aplikasi mikrokontroller AT89S51. Tujuan penggunaan mikrokontroller ini adalah untuk membuat sistem keamanan dengan hak akses terbatas sehingga tidak setiap orang bisa mengetahui kombinasi tombol yang digunakan. Output dari rangkaian penerima tidak langsung untuk menggerakkan motor, tetapi diproses saat masuk ke port mikrokontroler sehingga bekerja bila dilakukan penekanan dengan kombinasi tombol tertentu.
Sistem kendali dalam piranti ini akan berjalan jika dilakukan dengan benar sesuai instruksi. Sehingga sistem kendali tersebut bisa diandalkan efektifitas dan keamanannya dalam memperlancar aktifitas rutin manusia.


DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH6d95.dir/doc.pdf

Selasa, 15 Desember 2009

TIMBANGAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN DENGAN OUTPUT SUARA

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang perancangan sistem yang dibagi atas dua bagian utama yaitu perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. Dalam perancangan ini diperhatikan kondisi alat timbang badan pada nilai pendekatan yang menunjukkan nilai stabil dari pembacaan yang dilakukan terhadap obyek yang terukur.

Perancangan sistem hardware

Pada perancangan hardware menguraikan proses pengolahan sinyal tegangan yang dihasilkan melalui alat ukur dalam hal ini load cell sebagai pengukur berat dan resistor geser yang dihasilkan dari sistem gulungan email sebagai pengukur tinggi badan. Dari kedua alat tersebut diolah hingga menghasilkan suara melalui proses digital. Proses pengolahan tegangan tersebut seperti pada blok diagram berikut ini.


Gambar 3.1 Diagram blok pengolahan tegangan pada sistem timbang badan


Sensor berat dan tinggi badan

Pada sistem penimbang tinggi badan ujung-ujung kumparan geser diberikan tegangan 5 volt sedangkan penggeser menggunakan batang ferit dimana titik pergeseran ferit tersebut menghasilkan tegangan keluaran berdasar prinsip resistor pembagi tegangan. Sehingga pada sistem pengukur tinggi badan ini menggunakan prinsip rangkaian sebagai berikut :



Gambar 3.2 Rangkaian detektor tegangan pada resistor geser


Dengan prinsip rangkaian diatas maka semakin tinggi ferit maka semakin besar tegangan yang dihasilkan oleh sistem ini. Pada penimbang berat badan menggunakan sensor berat jenis load cell dimana pada sensor ini merupakan jenis transducer yang akan langsung menghasilkan nilai tegangan dari perubahan tekanan yang membebani sensor tersebut. Kenaikan tegangan pada sensor ini terjadi secara linier dimana seiring penambahan beban maka tegangan yang dihasilkan pada sisi keluarannya akan secara linier naik.

Rabu, 09 Desember 2009

IDENTIFIKASI PANAS OBJEK MENGGUANAKAN CITRA TERMAL

Fotografi intramerah adalah suatu teknik dalam bidang fotografi untuk merekam cahaya yang tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata.Oleh karena itu,diperlukan penapis yang menyaring hampir semua spektrum cahaya yang dilihat oleh kita.Penapis juga berfungsi untuk melewatkan cahaya inframerah(IR),sehingga bisa diteruskan ke kamera,dengan catatan bahwa sensor atau film dalam camra tersebut harus sensitif terhadap cahaya inftamerah.Ketika teknik tersebut digunakan maka hasil dari foto inframerah dapat menjadi foto hitam-putih yang kontras contohnya warna daun yang hijau segar akan terlihat putih.
Dari penelitian yang dilakukan sebagai penapis digunakan negatif film dan penapis Hoya yang dipasang pada masing-masing lensa kamera digital.Kamera digital yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu Finepix A400 dan Nikon D40X.Penapis negatif film yang digunakan terdiri dari empat jenis yaitunegatif film,hitam putih serta negatif film warna afdruk dan non afdruk.Masing-masing negatif film tersebut dilakukan pembakaran dengan intensitas cahaya matahariyang berbeda dari yang paling rendah hingga yang sangat tinggi.Sedangkan untuk penapis Hoya digunakan jenis R72 dan RM90.selanjutnya dari semua jenis penapis tersebut akan dilakukan perbandingan.
Dari hasil penelitaian serta perbandingan yang dilakukan didapatkan kesamaan yang terletak pada hasil pengambilan gambar masing-masing kanera digital menggunakan penapis negatif film warna dengan pencuci dan menggunakan penapis Hoya R72

DAFTAR PUSTAKA
http://skripsi.ee.unila.ac.id /

RANCANG BANGUN MONITOR KUALITAS UDARA SEKITAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 DENGAN PENAMPIL DOT

Perencanaan udara saat ini telah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan seiring perkembangan industri dan produksi kendaraan bermotor yang sangat pesat.sistem monitor kualitas udara yang dapat menampilkan kondisi udara dan suhu serta kelembaban diharapkan dapat dijadikan sebagai solusi untuk menghindari dampak buruk masalah polusi udara.
Penelitian dilakukan dengan membuat perangkat sistem monitoring kualitas udara menggunakan sensor TGS 2600 dan sensor SHT 11 untuk suhu dan kelembaban,sebagai pengolah data pada sensor digunakan ATMEGA 8535 dan basic stamp.Dan untuk display,rangkaian dot mattrix menggunakan mikrokontroler ATMega 8535dan komunikasi serial untuk menampilkan data dari sensor.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kondisi udara yang ditampilkan pada display dot matrix dengan berbagai sumber polusi dan kondisi ruang.Data yang ditampilkan berupa running text dari kondisi udara,suhu dalam satuan Celcius dan kelembaban dalam satuan %RH.Kondisi udara mengacu pada satu jenis polutan gas,yaitu kadar CO

Key words:polusi udara,mikrokontroler,sensor,display,runningtext

DAFTAR PUSTAKA
http://skripsi.ee.unila.ac.id/

Selasa, 17 November 2009

JAM DIGITAL DENGAN OUTPUT SUARA

JAM DIGITAL DENGAN OUTPUT SUARA
Pembuatan alat ini didasarkan dari keinginan untuk mempermudah orang buta untuk mengetahui waktu dengan mudah.Oleh karena itu dibuat jam digital yang dapat mengluarkan suara.Dengan penambahan kemampuan untuk menyatakan hari,tanggal dan alarm membuat jam tersebut menja lengkap.jam ini dibuat dengan menggunakan sebuah ikrokontroller yang mengatur komponen lainnya seperti LCD(iquid Crystal Display),RTC (Real Time Clock) dan APR6008(IC suara).Data waktu,hari dan tanggal diambil dari RTC ditampilkan pada LCD dan suara disimpan di APR6008.Jam ini menggunakan dua macam power supply, yaitu baterai 9 volt atau supply 9 volt.Jam ini dilengkap dengan keypad untuk menontrol jam tersebut,antara lain untuk mengatur jam, hari, tanggal maupun alarm dan untuk membunyikan suara yang menunjukkan waktu atau tanggal sekarang.Dari hasil penelitian didapat ketepatan waktu yang cukup baik,sehingga tidak perlu sering mencocokkan jam maupun menitnya.suara yang dikeluarkan cukup keras sehingga dapat didengar pemakai hingga lebih kurang 2 meter


DAFTAR PUSTAKA
SUGIANTO,ANTON(2003),PERTA UNIVERSITY

Selasa, 20 Oktober 2009

Pembuatan perangkat lunak untuk panduan belajar menulis huruf Al Qur’an

Karena pada umumnya seseorang yang memulai belajar menulis huruf Al-Qur’an masih mengalami kesulitan, maka melalui tugas akhir ini dibuat sebuah perangkat lunak yang memandu untuk belajar menulis huruf Al Qur’an dari huruf Latin. Yang diinginkan dari program ini adalah menampilkan huruf- huruf Al-Qur’an dan cara menulis rangkaian huruf Al Qur’an. Penulisan huruf Al Qur’an yang dimulai dari kanan ke kiri, dan gerakan penulisan maupun gerakan merangkai huruf Al Qur’an juga ditampilkan pada program ini, sehingga dengan menggunakan program tugas akhir ini akan dituntun langkah demi langkah untuk menulis huruf Al Qur’an.
Program didisain untuk menerima huruf- huruf Latin yang dikenali oleh huruf Al Qur’an dan memeriksa letak huruf Latin dalam sebuah kata supaya sesuai dengan aturan penulisan huruf Al Qur’an. Berbeda dengan huruf Latin, penyambungan huruf Al Qur’an akan menyebabkan perubahan bentuk huruf Al-Qur’an itu sendiri. Dalam disain program ini cara penulisannya dihasilkan dari file- file BMP yang berisi huruf, angka dan tanda baca Al Qur’an, untuk penampilan animasi gerakan huruf Al Qur?an ini pada awalnya huruf Al Qur?an ini sudah ditampilkan terlebih dahulu hanya saja diberi warna abu-abu yang mendekati putih. Sehingga dalam programnya jika menemukan warna abu-abu dirubah menjadi hitam, untuk gerakkannya sudah ditentukan mana yang harus
dikerjakan terlebih dahulu dengan memasukkan koordinatnya. Pembuatan Perangkat Lunak ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland
Delphi.
Hasil dari pembuatan perangkat lunak untuk panduan belajar menulis huruf Al-Qur’an yaitu user dapat melihat bagaimana suatu huruf latin jika diinputkan akan dikonversikan ke dalam huruf Al Qur’an dan juga user dapat melihat cara penulisan melalui gerakan penulisan huruf Al Qur’an baik yang berdiri sendiri maupun yang huruf Al Qur’an yang disambung.

Subject
1. SOFTWARE ENGINEERING
Keyword
software design, writing, al quran, software engineering

DAFTAR PUSTAKA
Tugas Akhir No. 03/098/ELK/2003; Katon Pasanto (23496110), Universitas Perta Kristian
GPS data logger

Pada pembuatan peta kertas, umumnya dilakukan dengan pemotretan dari angkasa dan harus melewati proses-proses yang rumit. Dengan semakin majunya teknologi, pembuatan peta dapat dilakukan hanya dengan menempuh jalur yang akan dibuat peta dengan menggunakan alat sebagai pencari data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan peta tersebut. Oleh karena itu dengan melihat kemampuan GPS, maka timbul ide untuk dapat memanfaatkannya sebagai pencari informasi/data posisi dari suatu obyek dan posisi jalur-jalur yang ditempuhnya. Sehingga GPS dapat diaplikasikan sebagai GPS Data Logger, Untuk mendukung pembuatan peta di PC dengan aplikasi GPS. Dengan menggunakan GPS Data Logger maka pembuatan peta menjadi sangat mudah dan efisien. Pembuatan sistem dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler AT89S52 yang di-interface-kan dengan GPS TFAG-10. Mikrokontroler berfungsi untuk mengatur keseluruhan sistem yang dibuat. GPS mengirimkan data koordinat, yang berupa posisi obyek pada saat itu, kemudian data dibaca oleh mikrokontroler dan disimpan. Selain itu mikrokontroler berfungsi untuk mengatur tampilan, mengatur pengiriman data ke PC, dan pengaturan selang waktu penyimpanan data. Kapasitas memori yang dipakai mencapai 2 Mbit, dan dapat dipakai untuk menyimpan 12483 data (titik koordinat). Lama pemakaian alat ini disesuaikan dengan kapasitas memori dan power supply yang menggunakan accu,dapat mencapai kurang lebih 6 jam.
Sistem dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil pembacaan GPS. Sistem telah diuji coba untuk pembacaan data GPS, perekaman dan penghapusan data mengatur selang waktu perekaman, pengiriman data ke PC, menyajikan hasil pengolahan data menjadi peta (hasilnya sama dengan peta asli), penulisan F0 sebagai sistem keamanan, sistem loading pada tampilan awal dan keseluruhan sistem berjalan sesuai dengan baik.

Subject
1.AUTOMATIC CONTROL
2. GLOBAL POSITIONING SYSTEM
3. DIGITAL CONTROL SYSTEMS

DAFTAR PUSTAKA
Tugas Akhir No. 02010810/ELK/2006; Buyung Kurniadi Sugiarto (23402133),Universitas Perta Kristian

Selasa, 13 Oktober 2009

Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU)yang Mengguanakan Debu Tembakau Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Energi Listrik

Iwan Sumigto:
Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU)yang Mengguanakan Debu Tembakau Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Energi Listrik

ABSTRAK

Debu tembakau merupakan hasil sampingan yang berlimpah dari hasil pabrik rokok yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.Dari hasil analisis debu tembakau secara laboratoris,diketahui bahwa debu tembankau memilki nilai kalori yang cukup besar dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik.Debu tembakau dijadikan bahan bakar haruslahdipilih dan tidak mengandung plastik,karena bila oastik dibakar akan menghasilkan gas beracun.Dengan suplai debu tembakau sebagai bahan bakar sebanyak 35 ton per hari dan pembangkit energi listrik jalan kontinu,maka akan dihasilkan energi listrik sebesar 1500 KW

1.PENDAHULUAN
Dewasa ini seiring dengan perkembangan teknologi dan juga meningkatnya kehifdupan manusia maka penggunaan energi untuk menunjang peningkatan kehidupan manusia juga meningkat.Sumber energi yang paling vital adalah energi listrik,sebab energi listrik dapat juga menjadi energi panas,energi gerak, dan sebagainya.Untuk menghasilkan energi listrik itu sendiri tidaklah mudah dan memerluan banyak energi yang mendukung,terutama fuel,air,pendingin,air bersih, dan udara.Pada bab ini akan dijelaskan latar belakang permasalahan mengapa memilih debu tembakau sebagai bahan bakar pembangkit eneri listrik,perumusan masalah,dan tujuan akhir yang ingin dicapai

1.2 Perumusan Masalah
Dalam tugas akhir yang akan dilaksanakan ini akan dilakukan pembahasan antara lain:
• Analisis karakteristik dan kandungan kimia dari tebu tembakau
a. Debu tembakau yang tersedia
b. Nilai kalori dari debu tembakau perhari
c. Kadar C,H,O,N dan S dari tebu tembakau
• Menentukan peralatan-peralatan PLTU,meliputi penemuan:
a. Boiler
b. Turbin
c. Generator
• Menghitung efesiensi pembangkit

1.3 Tujuan Tugas Akhir
Tujuan akhir dari tugas akhir ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis debu tembakau sebagai bahan bakar pembangkit energi listrik

Senin, 12 Oktober 2009

PEMBUATAN DAN ANALISA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
DISTRIBUSI JARINGAN LISTRIK
(Studi Kasus: Surabaya Industrial Estate Rungkut di Surabaya)
Lilik Jamilatul Awalin dan Bangun Muljo Sukojo
E-mail: bangunms@rad.net.id

Abstrak
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem basis data yang bersifat spasial. Dengan kemampuannya, SIG dapat membantu mempermudah proses pemilihan alternatif keputusan. Hal ini dimungkinkan karena SIG mempunyaikemampuan untuk memproses dan menganalisa data dengan cepat. Kebutuhan akan tenaga listrik sampai saat ini makin
meningkat seiring dengan adanya perkembangan di sektor industri. Pengembangan tata guna lahan menuntut adanya pelayanan yang lebih baik serta penyediaan tenaga listrik yang lebih besar dan seimbang. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di area Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dengan cepat dan profesional, SIG merupakan salah satu solusi dalam merencanakan serta mengelola sistem basis data. Dengan menggunakan Arc View dalam mengelola basis data yang bersifat spasial serta didukung dengan adanya data daya dan tegangan di kawasan Surabaya Industrial Estate
Rungkut, maka dapat dihitung besarnya resistansi, arus serta drop tegangan dan rugi daya saluran pada saluran yang dialiri oleh penyulang. Dengan memanfaatkan teknologi SIG, dapat membantu pada tingkat operator mempermudah pekerjaan. Sehingga dengan adanya teknologi SIG ini akan tercapai efisiensi penyaluran tenaga listrik yang seimbang

2. Metode
Data merupakan sumber informasi utama dalam penelitian ini dengan demikian keakuratan data sangat diperlukan demikianpula kesesuaiannya dengan kebutuhan. Data diperoleh dari beberapa sumber, antara lain dari PT. PLN PERSERO dan data dari Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional). Penelitian ini menggolongkan data menjadi dua golongan yaitu Peta Rupa Bumi skala 1 : 25000 yang dibuat oleh Bakosurtanal (Wilayah Rungkut KotaSurabaya), dikompilasi dari foto udara tahun 1993/ 1994 secara fotogrametri serta survey lapangan dilaksanakan pada tahun 1999 dan data lapangan berupa data tentang
titik-titik koordinat, data jumlah kWh, daya, no pelanggan, serta tipe pelanggan, alamat pelanggan.Secara garis besar tahapan penelitian ini dapat digambarkan seperti pada diagram alir pada Gambar 1.
Untuk mengetahui serta melakukan pengecekan (ground control) terhadap titik-titik koordinat terhadap objek yang akan ditampilkan pada pengelolaan SIG dilakukan pengukuran dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) [1]. Hasil pengukuran ini juga disesuaikan dengan titik-titik yang ada pada peta garis 1 : 1.000, dengan demikian dapat diketahui apakah letak koordinat yang ada di peta sesuai dengan koordinat terukur. Pengukuran ground truth dengan menggunakan tank meter dilakukan untuk mengetahui arus. Pengecekan langsung jumlah kWh yang ada pada gardu induk dan di tempat pelanggan atau beban yang disuplai oleh satu penyulang.
Proses tumpang susun (overlay) dilakukan terhadap peta garis 1: 1.000 dengan hasil titik-titik koordinat yang telah diukur di lapangan dan dilanjutkan dengan proses gambar sedemikian rupa sehingga sesuai dengan single line diagram jaringan listrik.
Pembuatan dan analisis SIG dilakukan terhadap datadata yang didapat dari lapangan dan data berupa peta garis. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan langkah-langkah seperti diuraikan diagram alir pada Gambar 2 dan 3.
Pengukuran koordinat untuk menentukan titik-titik tiang, gardu induk menggunakan peralatan GPS tipe navigasi dengan merek Garmin yang memiliki ketelitian 3 meter terhadap titik-tiki di lapangan. Dalam pelaksanaan pengukuran koordinat tersebut, walaupun pembacaannya baik tetap mungkin timbul kesalahan. Hal ini disebabkan adanya pengaruh benda lain yang menghalangi kebebasan GPS terhadap jangkauan satelit.

3. Hasil dan Pembahasan
Untuk menganalisis ketelitian GPS digunakan sistem koordinat Universal Transverse Mercator (UTM) dengan datum World Geodetic System 84 (WGS 84) berada pada Zone 49 Selatan. Dalam penentuan titik koordinat tiang, Gardu Induk (GI) dan sambungan dengan ketelitian absolut 3 meter masih dapat ditoleransi, hal ini dapat dibuktikan dengan perhitungan sebagai berikut.

Senin, 05 Oktober 2009

SISTEM PENGONTROL AUNING PADA RUMAH MENGGUNAKAN SENSOR LDR BERBASIS PLC

SISTEM PENGONTROL AUNING PADA RUMAH
MENGGUNAKAN SENSOR LDR BERBASIS(PLC)
PROGRAMABLE LOGIC CONTROL

1.1 IDENTIFIKASI PERANCANGAN
Dalam pengembangan perencangan harus memperhitungkan beberapa kebutuhan yang sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan,diantaranya adalah masalah komponen penyusunnya yaitu:
a. Adanya sensor untuk mendeteksi objek
b. Adanya keyboard/tombol yang digunakan untuk menjalankan alat
c. Adanya software untuk menjalankan alat sesuai dengan yang kita inginkan
d. Adanya PLC untuk menjalankan alat secara bersamaan

1.2 Analisis Perencanaan
Dari pengidentifikasi di atas,maka akan diperoleh suatu alat yang memilki spesifikasi sebagai berikut:
a. Adanya tombol untuk memilih system bekerja secara manual atau otomatis untuk membuka dan meutup apabila system bekerja secara manual
b. Menggunakan PLC sebagai suatu kesatuan prosesor dan input/output
c. Menggunakan fotokoduktif untuk mendeteksi apakah ada cahaya terang atau tidak
d. Menggunakan motor servo untuk menggerakan daun auning

1.3 Perancangan mekanik
Perancangan mekanik roda pada alat ini meliputi perancangan roda penggerak daun auning dan perncangan alat berupa miniature auning secara keseluruhan dan sebuah market rumah.
Pada perancangan roda pengerak,menggunakan roda terbuat dari gear yang disususn sejajar antar satu dengan yang lainnya sehingga dihasilkan pergerakan yang serempak,seperti terlihat pada gambar berikut.
Susunan roda penggerak auning
Adapun untuk menggerakan auningnya digunakan motor servo,putaran gear pada motor servo di kopel dengan gear pada auning yang ukurannya lebih besar sehingga putarannya lebih lambat,seperti terlihat pada gambar


1.4 Deskripsi sistem
Deskripsi sistem ini menjelasakan secara umum tentang realitas rancangan sistem pd auning.diantanya:
a. Nama sistem : Auning system menggunakan LDR berbasis PLC
b. Tipe system kontrol : PLC(festo)
c. Spesifikasi Umum Sistem:
1.Tegangan catu daya maksimum: 24 V
2.Tegangan output maksimum: 24 V
d. Target system:
dapat bekerja secara otomatis dengan mengguanakn software PLC dan manual.dan bekerja apabila sinar yang masuk dari luar lebih terang

1.5 Blok Diagram Rangkain
Untuk dapat menganalisa alat terlebih dahulu dibuat blok diagram rangkain.Blok diagram rangkaian ini digunakan untuk mendapatkan gambaran secara umum mengenai cara kerja alat.Secara keseluruhan blok diagram alat dapat dilihat pada gambar:

A.LDR
Alat yang mengguanakan sensor LDR.sensor LDR ini diletakan di luar auning.LDR ini berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya yang berada di luar,atau bisa juga disebut sebagai input untuk menggerakan auning yang akan bekerja nantinya.

B.Relay
Relay berfungsi untuk mengubah kondisis nilai tegangna dari rangkaian sebelumnya,agar dapat terbaca oleh rangkaian selantunya.Prinsip kerjanya hanya melakukan dua kondisi aktif dan tidak aktif atau low nd high.Untuk relay input PLC dalam diagram blok,mengkondisiskan tegangan dari 6 V menjadi 24 V.untuk relay output PLC mngkondisikan tegangan 24 V menjadi 5 V

C.PLC
PLC berfungsi sebagai alat kontrol untuk menjalankan rangkaian suatu proses dimana input dan outputnya sebagai objek pengontrol dan dikontrol dengan kondisi tertentu,dan menghasilkan kondisis yang baru sesuai dengan program yang diinginkan

D.Motor Servo
Motor servo berfungsi sebagai alat untuk menggerakan daun auning yang akan bergerak dengan kemiringan 90 derajat sesuai dengan yang diinginkan.Dengan terlebih dahulu membuat program pada PLC

1.6 Perancangan Sistem Elektronika
Perancangan sistem terdiri dari rangkaian sensor,power driver dan catu daya

1.7 Rangkaian Alat Keseluruhan
Rangkaian alat ini digunakan untuk mengetahui cara kerja alat secara keseluruhan.Rangkain alat keseluruhan ini dapat dilihat pada gambar 3.5

DAFTAR PUSTAKA
IRMA SURYANI(01401-037);Sistem Pengontrol Auning Pada Rumah Mengguanakan Sensor LDR Berbasis(PLC);Universitas Mercu Buana


1.Amdhani Santoso(41407010003)

Mengapa dalam pengoperasian auning harus menggunakan sensor LDR tidak sensor cahaya yang lain?
Jawaban:
Sensor LDR
Resistor jenis lainnya adalah Light dependent resistor (LDR). Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.
Namun perlu juga diingat bahwa respon dari rangkaian transistor akan sangat tergantung pada nilai LDR yang digunakan. Lebih tinggi nilai tahanan nya akan lebih cepat respon rangkaian.
Dengan sifat LDR yang demikian, maka LDR (Light Dependent Resistor) biasa digunakan sebagai sensor cahaya. Contoh penggunaannya adalah pada lampu taman dan lampu di jalan yang bisa menyala di malam hari dan padam di siang hari secara otomatis. Atau bisa juga kita gunakan di kamar kita sendiri.
Kesimpulan:
Bahwa pada auning dengan menggunakan sensor LDR lebih sensitif(lebih cepat menrespon) daripada menggunakan sensor yang lainnya.

2.Muhammad Ardhinata(41407010018)

Jelaskan cara kerja auning menggunakan sensor LDR berbasis PLC?
Jawaban
1.2 Analisis Perencanaan
Dari pengidentifikasi di atas,maka akan diperoleh suatu alat yang memilki spesifikasi sebagai berikut:
a. Adanya tombol untuk memilih system bekerja secara manual atau otomatis untuk membuka dan menutup apabila system bekerja secara manual
b. Menggunakan PLC sebagai suatu kesatuan prosesor dan input/output
c. Menggunakan fotokoduktif untuk mendeteksi apakah ada cahaya terang atau tidak
d. Menggunakan motor servo untuk menggerakan daun auning
1.3 Perancangan Mekanik
Perancangan mekanik roda pada alat ini meliputi perancangan roda penggerak daun auning dan perncangan alat berupa miniature auning secara keseluruhan dan sebuah market rumah.
Pada perancangan roda pengerak,menggunakan roda terbuat dari gear yang disususn sejajar antar satu dengan yang lainnya sehingga dihasilkan pergerakan yang serempak,seperti terlihat pada gambar berikut.
Susunan roda penggerak auning
Adapun untuk menggerakan auningnya digunakan motor servo,putaran gear pada motor servo di kopel dengan gear pada auning yang ukurannya lebih besar sehingga putarannya lebih lambat,seperti terlihat pada gambar
1.4 Deskripsi sistem
Deskripsi sistem ini menjelasakan secara umum tentang realitas rancangan sistem pd auning.diantanya:
a. Nama sistem : Auning system menggunakan LDR berbasis PLC
b. Tipe system kontrol : PLC(festo)
c. Spesifikasi Umum Sistem:
1.Tegangan catu daya maksimum: 24 V
2.Tegangan output maksimum: 24 V
d. Target system:
dapat bekerja secara otomatis dengan mengguanakn software PLC dan manual.dan bekerja apabila sinar yang masuk dari luar lebih terang
1.5 Blok Diagram Rangkaian
Untuk dapat menganalisa alat terlebih dahulu dibuat blok diagram rangkain.Blok diagram rangkaian ini digunakan untuk mendapatkan gambaran secara umum mengenai cara kerja alat.Secara keseluruhan blok diagram alat dapat dilihat pada gambar:
A. LDR
Alat yang mengguanakan sensor LDR.sensor LDR ini diletakan di luar auning.LDR ini berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya yang berada di luar,atau bisa juga disebut sebagai input untuk menggerakan auning yang akan bekerja nantinya.
B. Relay
Relay berfungsi untuk mengubah kondisi nilai tegangan dari rangkaian sebelumnya,agar dapat terbaca oleh rangkaian selantunya.Prinsip kerjanya hanya melakukan dua kondisi aktif dan tidak aktif atau low nd high.Untuk relay input PLC dalam diagram blok,mengkondisiskan tegangan dari 6 V menjadi 24 V.untuk relay output PLC mngkondisikan tegangan 24 V menjadi 5 V
C. PLC
PLC berfungsi sebagai alat kontrol untuk menjalankan rangkaian suatu proses dimana input dan outputnya sebagai objek pengontrol dan dikontrol dengan kondisi tertentu,dan menghasilkan kondisis yang baru sesuai dengan program yang diinginkan
D. Motor Servo
Motor servo berfungsi sebagai alat untuk menggerakan daun auning yang akan bergerak dengan kemiringan 90 derajat sesuai dengan yang diinginkan.Dengan terlebih dahulu membuat program pada PLC

3.Meiz Allfarizy(41407010019)

Apakah ada alat lain selain menggunakan PLC karena harganya terlalu mahal?
Dengan menggunakan mikroprosesor harganya lebih mudah dibandingkan dengan PLC. Mikroprosesor sama dengan PLC digunakan untuk aplikasi pemprosesan tapi untuk mikroprosesor memprogramannya berbeda dengan PLC untuk mikroprosesor menggunakan bahasa C+,BasCom,dsb.
Karakteristik Mikroprosesor
Berikut adalah karakteristik penting dari mikroprosesor :
1. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di dalam mikroprosesor.
2. Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk transfer data antar komponen antara mikroprosesor dan komponen-komponen di luar mikroprosesor.
3. Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
4. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja mikroprosesor.
Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.

4.Rendy(41408010001)

Apakah bisa menggunakan PLC selain Festo?
Dapat menggunakan PLC selain Festo karena PLC memiliki beberapa type dengan pengoperasian dan pemogramannya yang tidak jauh berbeda,seperti menggunakan PLC Zelio.Untuk PLC Zelio mempunyai berbagai type yaitu:
PLC ZELIO ini power supplynya 12 volt untuk arus searah
PLC ZELIO ini power supplynya 24 volt untuk arus searah
PLC ZELIO ini power supplynya 24 volt untuk arus bolak-balik
Cara pemakaiannya hampir sama dengan PLC Festo.

5.Fitran Anugrah(41408010004)

Jelaskan kekurangan dan kelebihan dari auning dengan mengguanakan sensor LDR berbasis PLC?
KELEBIHAN:
Penggunaan PLC di dalam kehidupan sehari-hari dan dalam industri sudah menjadi suatu kebutuhan, terutama untuk menggantikan sistem pengkabelan (wiring) yang masih dipergunakan pada sistem sebelumnya. Para pengguna mulai mengalihkan perhatian kepada PLC karena banyak kelebihan maupun keuntujngan yang ditawarkan oleh sistem yang dapat diprogram kembali ini. Adapun kelebihan maupun keuntungan tersebut antara lain:
1. Fleksibel
Dahulu, penggunaan perangkat sistem kendali membutuhkan banyak sistem pengolahan untuk masing-masing perangkat saja. Misalnya jika terdapat lima mesin maka dibutuhkan lima pengendali. Hal tersebut kini teratasi dengan menggunakan PLC. Cukup menggunakan sebuah PLC saja, banyak perangkat yang dapat dijalankan dengan programnya masing-masing. Sistem pengkabelan mulai dibenahi dan direduksi, semakin sedikit kabel yang digunakan dan ringkat/ sederhana. Tak perlu banyak ruang untuk menempatkannya.
2. Jumlah Kontak yang Banyak
Banyaknya kontak yang dimiliki sebuah PLC memberikan banyak kemudahan kepada pengguna. Tidak hanya dari segi finansial, tetapi juga sisi instalasi. Akan jauh lebih sederhana dan mudah jika dibandingkan dengan relay. Misalnya saja pada PLC-5, sebuah PLC keluaran Allen Bradley dengan jumlah kontak minimal 16-32 kontak, sementara itu relay menyediakan kontak sejumlah 4-8 kontak.
3. Dapat Melakukan Pemrograman, Pemrograman Ulang dan Koreksi dengan Mudah
PLC memiliki kelebihan dimana sistemnya dapat diprogram ulang secara cepat, proses produksi yang bercampurpun dapat diselesaikan dengan cepat. Bahkan ketika sistem sedang dijalankan. Bila salah satu sistem akan diubah atau dikoreksi, pengubahannya hanya dilakukan pada program yang terdapat di komputer, dengan waktu yang relatif singkat, setelah itu baru didownload ke PLC. Jika dengan relay, diperlukan pengubahan pada pengkabelannya, waktunya akan sangat lama dan beresiko tinggi sehingga harus mematikan sistem yang sedang berjalan.
4. Metode Pemrograman Mudah dan Bermacam-macam
Banyak metode untuk membuat suatu program pada PLC. Seperti pada penjelasan pemrograman pada PLC, disebutkan bahwa terdapat banyak metode yang ditawarkan untuk membuat suatu program pada PLC, di antaranya Ladder Logic Diagram, Mneumonic dan Function Block Diagram. Setiap programer dapat memiih metode sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
5. Menyederhanakan Komponen-Komponen Sistem Kendali
Dalam PLC juga terdapat timer, counter, relay dan komponen lainnya, sehingga tak lagi membutuhkan komponen-komponen tersebut sebagai tambahan. Penggunaan relay membutuhkan counter, timer atau komponen lain untuk perangkat tambahan.
6. Keamanan Terjamin
Jika dilihat dari sisi keamanan, PLC tergolong perangkat yang luar biasa aman, dari segi dokumentasi, perangkat dan hal-hal mengenai program. PLC mempunyai sistem penguncian (lock), sehingga mengurangi dan dapat menghindarkan dari adanya pecurian dalam bentuk apapun.
7. Adanya Record Data dan Interface yang Memudahkan Pengguna
PLC dirancang untuk mampu menyimpan data-data yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan program. Dimudahka dengan adanya interface yang dapat menampilkan proses, data maupun perbandingan ke dalam suatu perangkat komputer (PC) yang terhubung dengan PLC.
8. Sistem Terbaru dengan Wireless
Sistem terbaru dari PLC yaitu dengan menawarkan siste yang wireless dan dapat diakses oleh penggunanya dengan mudah dan jarak jauh. Tak harus masuk ke dalam kantor atau ruangan khusus.
9. Upgrade Sistem dan Komponen Lebih Cepat
Pengguna dapat Menambahkan komponen-komponen kendali setiap saat dan tanpa memerlukan tenaga juga biaya yang besar seperti pada pengendali konvensional (relay). Dimudahkan juga dengan komponen yang tersedia dalam bentuk paket modul, pemasangan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

KEKURANGAN:
1. Teknologi Masih Baru
Pengubahan sistem lama yang mempergunakan relay ke dalam konsep komputer PLC masih dianggap baru bagi sebagian orang. Tentunya hal ini menjadikan suatu tantangan besar bagi vendor PLC untuk meningkatkan pengenalan PLC ke dalam masyarakat umum maupun masyarakat teknologi (khususnya). Sementara ini, PLC banyak digunakan pada level industri saja, belum banyak merambah dunia yang lebih luas yaitu masyarakat. Meskipun tak terlalu mempengaruhi pasar industri, dengan mengenal sistem PLC orang akan dapat memiliki ketertarikan tersendiri untuk mengasah ilmu khususnya dalam bidang kendali dengan PLC dan membuat implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Aplikasi Program PLC Buruk untuk Aplikasi Statis (Tetap)
Aplikasi-aplikasi PLC dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus. Di lain sisi, beberapa aplikasi merupakan aplikasu dengan satu fungsi. Jarang sekali dilakukan perubahan bahkan tidak sama sekali atau statis. Hal tersebut membuat penggunaan PLC pada aplikasi dengan satu fungsi dinilai tidak efektif bahkan dapat menghabiskan biaya yang besar alias boros. Oleh sebab itu, penggunaan PLC pada aplikasi kecil tidak direkomendasikan oleh para ahli sistem kendali.
3. Operasi dengan Ragkaian yang Statis (Tetap)
Kinerja PLC menjadi tidak optimal dan efektif bahkan memboroskan biaya jika rangkaian pada sebuah operasi tidak dilakukan perubahan secara menyeluruh. Proses justru akan menjadi lambat dan membuat sistem terganggu, mempengaruhi pada hasil produksi dan keluaran.
4. PLC Rentan terhadap Perubahan Suhu dan Keadaan Lingkungan
Menjadikan sebuah pertimbangan ketika suatu perangkat yang akan dipergunakan memiliki kelemahan yang cukup mengkhawatirkan. Dalam suatu kalang proses industri, lingkungan akan memiliki perubahan suhu dan keadaan yang tidak dapat diduga, seringkali pemanasan yang sangat luar biasa terjadi, vibrasi yang berhubungan langsung dengan alat-alat elektronik di dalam PLC dan keadaan lingkungan maupun lapangan yang tidak dapat dipungkiri dapat menyebabkan debu yang mengotori perangkat PLC. Apabila hal-hal tersebut terjadi secara terus menerus, kinerja pada sistem PLC akan terganggu dan tidak dapat berjalan secara maksimal. Hal-hal tersebut banyak terjadi khususnya pada PLC generasi lama. Untuk PLC generasi baru kekeurangan ini mulai dapat dikendalikan dan dikurangi secara perlahan oleh vendor.

PENGHARUM RUANGAN OTOMATIS

PENGHARUM RUANGAN OTOMATIS

Pada rancangan pengharum ruangan elektrik ini terdiri dari rangkaian pewaktu,rangkaian motor dan rangkaian catu daya

1.1 Analisis masalah
Berdasarkan pengamatan saya selama ini,permasalahan yang ada adalah banyaknya ruangan di beberapa tempat terutama di hotel,restoran dan yang lainnya menggunakan pengharum ruangan dengan cara disemprot atau digantungkan di dekat AC

1.2 Strategis Pemecahan Masalah
Setelah mengetahui permasalahan yg ada,saya melakukan percobaan untuk menggunakan pengharum ruangan elektrik dengan memanfaatkan IC pewaktu 4011(gerbang CMOS NAND).Dengan alat tersebut ruangan menjadi harum dan pengharumnya awet karena penggunaanya diatur.

1.3 Lingkungan Perangkat
Rancangan pengharum ruangan elektrik terdiri dari Rangkaian Gerbang CMOS NAND,penggerak mtor dan catu daya

1.3.1 Skema Blok
Agar memudahkan perencangan hardware,dibuat skema blok yang menggambarkan blok-blok rangkain dan alirannya.Cara kerja,dapat dijelaskan sebagai berikut:Saklar yang digunakan dpt diatur dengan memilih dari 4 keadaan yg diinginkan
Pada saat alat dijalankan,kipas akan berputar selama waktu yang telah ditentukan saklar,ketika waktu telah habis maka alat akan mati.Tetapi alat akan kembali hidup ditentukan oleh besarnya hambatan.Untuk menghidupkan kipas rangkaian pengaktif transistor PNP yaitu dengan memberikan logika rendah.Sedangkan untuk mematikannya maka rangkaian pengaktif harus memberikan logikatinggi pada transistor tersebut.


Gambar 3.1 :Skema blok diagram

1.3.2. Rangkaian pengharum Ruangan Dielektrik
Keterangan:
R4 = 33K R5 = 56 K
R6 = 150 K R7 = 560 K
Pada rangakaian ini,digunakan IC gerbang CMOS NAND.Tegangan catunnya adalah sebesar 12 V

1.3.3. Rangkaian Penggerak Motor
Pada aplikasi ini,syste harus menggerakan motor berupa transistor.Pada logika masukkan basis rendah maka transistor aktif sehingga menghidupkan motor dan lampu.Sebaliknya jika tegangan basis tinggi maka transistor tidak aktif sehingga motor dan lampu tetap mati.

Vcc + Vce + V motor
Jika pada Vce R = 0,maka motor bekerja
Vcc = - V motor DC
Tetapi jika Vce = Vcc maka motor tidak bekerja
Vcc = - Vcc + V motor
Vmotor = 0 V
Untuk mendapatkan ,Vce maka:
Vbe + Vb = 0
Jika Vb = logika rendah,maka Vbe = 0 sehingga Vce = 0 V,
Tetapi jika Vbc = logika tinggi maka Vbe = 0,7 V sehinggga Vcc = 9 V
Gambar 3.3:rangkaian penggerak motor
1.3.4 Rangkaian catu daya
Rangkaian catu daya untuk system ini membutuhkan tegangan sebesar 12 V.Gambar rangkain catu daya.
Gambar 3.4:rangkain catu daya
Komponen yang dipakai adalah
1.Trafo
2.Dioda
3.Kapasitor
4.IC regulator LM 7812
Tegangan yang dibutuhkan sebesar 12 V.Agar apat memanfaatkan tegangan PL,maka tegangan haus didwonkan.Fungsinya tersebut diperankan oleh Trafo.
Meskipun tegangan telah turun,tetapi arus masih berupa Arus AC,sehingga diperlukan dioda yang dapat menyearahkan arus menjadi arus yang searah.
Agar gelombang semakin halus dan stabil,maka ditambahkan kapasistor,IC regulator LM 7812.

1.3.5 Rangkaian Pengaktif
Rangkain pengaktif disususn oleh 4 buah gerbang CMOS NAND dan rangkaian pewaktu RC.Waktu pengaktifan di peroleh dari:
F = 1,44/(R8 + Rsaklar)Cx
T = 1/f
Sehingga waktu aktif adalah
T = (R8 + Rsaklar)/1,44.Cx


DAFTAR PUSTAKA
YOHANES PAULUS HARYO PRAKOSO(01497-073):Pengharum Ruangan Otomatis:Universitas Mercu Buana