Tampilkan postingan dengan label Mefifa Rusli R (41407010023). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mefifa Rusli R (41407010023). Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Desember 2009

PERANCANGAN SISTEM PEMOTONGAN DAN PENGEPAKAN KAYU SECARA OTOMATIS BERBASIS PLC OMRON CPM 1A

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi kontrol. Yang mana dewasa ini sistem kontrol mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia industri, untuk meningkatkan mutu dan hasil produksinya diperlukan sebuah peralatan yang komplekdalam hal ini menyangkut penggunaan sistem kontrol yang mana biasanya mengguankan relay atau kontaktor. Karena memerlukan rangkaian konvensional yang sangat komplek dan rumit untuk membuat suatu rangkaian kontrol, maka ada beberapa alternatif yang diperlukan. Alternatif tersebut diantaranya PLC ( Programmable Logic Controller ), PLC merupakan sebuah alat yang digunakan sebagai pengendali , yang mana dalam pembuatan sistem kontrol PLC mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan menggunakan sistem kontrol konvensional.
Pada tugas akhir ini penulis mencoba membuat sebuah simulator yaitu simulator system pemotongan dan pengepakan kayu secara otomatis yang berbasis PLC OMRON CPM1A, pada simulasi ini I/O PLC yang digunakan dalam simulator ini berjumlah 30 I/O. Dalam merancang simulator ini digunakan komponen-komponen yang memdekati fungsi dari yang sebenarnya. Pembuatan program dilakukan dengan menggunakan sebuah software yaitu CX-Programmer yang dapat dibuat dengan bantuan sebuah PC, setelah pembuatan program yang dibuat pada PC selesai kemudian program ditransfer pada PLC tersebut.
Setelah dilakukan pengujian pada rangkaian kontrol untuk menjalankan simulator pemotongan dan pengepakan kayu, ternyata sistem control menggunakan PLC OMRON CPM1A dapat bekerja dengan baik seperti keadaan sebenarnya dalam industri. Pengujian dilakukan 2 tahap, tahap 1 dilakukan 3 kali pengujian dan pada satu kali pengujian didapat 6 potongan kayu, sehingga didapat 18 potongan. Tetapi ada satu potongan kayu yang tidak jatuh pada konveyor 2, sehingga satu pengujuan dianggap gagal. Kegagalan ini disebabkan ada beberapa bagian mekanik yang kurang pas. Setelah dilakukan perbaikan , maka pada tahap 2 dilakukan 5 kali pengujian dan masih didapat satu kali pengujian yang gagal. Dengan demikian secara komulatif dari pengujian tahap 1 dan pengujian tahap 2 dapat diketahui bahwa tingkat keberhasilan sistem tersebut 75%. Namun demikian simulator tersebut telah berkerja dengan baik lebih efektif dan efisien dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

MODEL SISTEM PENGATURAN LALU LINTAS SECARA NIRKABEL PADA PINTU PERLINTASAN KERETA API

Tujuan dari rancangan ini adalah untuk membuat suatu alat yang dapat membantu pengaturan lalu lintas pada pintu perlintasan KA sehingga dapat mengurangi tingkat
kecelakaan pada pintu perlintasan KA dengan menggunakan sistem pensinyalan elektrik
yang dilakukan secara nirkabel. Batasan rancangan dari perancangan ini adalah sub-blok yang dirancang dan sub-blok yang tidak dirancang, antara lain Sub-blok yang dirancang :
• Modul catu daya
• Program untuk mengatur mikrokontroler
• Rangkaian penguat
• Modul pemancar inframerah
• Modul motor penggerak pintu perlintasan
KA
Sub-blok yang tidak dirancang :
• Sensor getar piezoelectric
• Modul penerima inframerah
• Modul pemancar

Spesifikasi Rancangan
• Menggunakan mikrokontroler sebagai pemroses utama pada bagian pemantau kedatangan KA dan bagian pintu perlintasan KA
• Untuk sensor getar menggunakan sensor piezoelectric
• Untuk sensor ada/tidak kendaraan diantara pintu perlintasan KA menggunakan sensor
inframerah
• Menggunakan modul motor penggerak pada pintu perlintasan
• Menggunakan transmitter sebagai pengirim data
• Menggunakan receiver sebagai penerima data
• Alat ini menggunakan catu daya DC dengan tegangan sebesar +5 Volt, dan +12 Volt

PERANCANGAN MODEL SISTEM PENGATURAN LALU-LINTAS KENDARAAN YANG AKAN MEMOTONG TITIK PUTAR-BALIK PADA JALUR BUSWAY

Perancangan Model Sistem Pengaturan Lalu-Lintas Kendaraan yang Akan Memotong
Titik Putar-Balik pada Jalur Busway ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
• Menggunakan mikrokontroler sebagai pengatur lalu lintasnya.
• Menggunakan program yang dibuat menggunakan program Microsoft Visual Basic 6.0 untuk melakukan pencatatan waktu bus Transjakarta melintasi sensor dan memasukkannya ke dalam database.
• Menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi kedatangan bus Transjakarta.
• Menggunakan Light Emitting Diode (LED) sebagai pemancar.
• Menggunakan logika gerbang AND (IC 74LS408) untuk memperkecil kesalahan dalam pendeteksian kedatangan bus Transjakarta.
• LED berfungsi sebagai lampu indikator lalu-lintas.
• Menggunakan modul catu daya +12V DC.

Pembacaan Sensor Jarak Jauh Memanfaatkan Sarana SMTP dan POP3 Pada Internet

Beberapa pabrik yang terpisah dari kantor pusat, kadang kala membutuhkan suatu sistem untuk monitoring kondisi pabrik dari kantor pusat yang mendekati 'real time'. Hal ini telah banyak dilakukan dengan modem dan telepon atau melalui leased line, VSAT, Frame Relay. Masalah utama adalah biaya, terutama untuk perusahaan yang tidak terlalu besar. Contoh aplikasi lain adalah untuk monitoring sistem keamanan rumah tinggal secara jarak jauh, ketika kita berpergian ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Banyak sistem keamanan yang memberikan kemungkinan monitor melalui jalur telepon, tapi kalau kita di luar negeri pulsa yang kita bayar bisa luar biasa mahalnya.
Dengan memanfaatkan banyaknya tersedia fasilitas e-mail gratis yang mendukung sistem POP3, maka ini dimungkinkan untuk melakukan pembacaan sensor jarak jauh. Ide dasar adalah hasil output sensor akan dirubah ke dalam suatu file dengan format tanggal, status sensor dan informasi lainnya, katakan 'sensor.dat'. Kemudian file ini secara periodik (misal 30 menit) dikirim melalui SMTP ke e-mail address tertentu. Maka client/pembaca dapat menggunakan fasilitas POP3 yang akan membaca secara otomatis pada periode tertentu (misal 30 menit) dan mengambil file attachment (misal: sensor.dat) dan diletakkan pada subdirectory tertentu. Kemudian untuk pembacaan data dari file dapat digunakan beragam metode, dari pemrograman biasa atau menggunakan web client-server sistem.
Pada percobaan ini akan dicoba dilihat 'delay' yang terjadi antara pengiriman data dari sensor ke sistem pembaca sensor. Apakah 'delay' tersebut memadai untuk diterapkan secara nyata pada implementasi sebenarnya.
Kata Kunci: monitoring jarak jauh, smtp, pop3, electronic mail, sistem kontrol

Berbagai aktivitas industri memerlukan fasilitas monitoring jarak jauh. Misalkan pusat pabrik ada di Bekasi dan Kantor Pusat ada di Jakarta Utara, maka untuk mengetahui status dari mesin ada beberapa pendekatan yang dilakukan. Dengan melakukan telepon melalui suara untuk melaporkan, menggunakan faksimile, menggunakan modem point-to-point atau menggunakan teknologi Internet dalam hal ini fasilitas e-mail.
Tuntutan ini juga semakin besar pada masalah keamanan, banyak perumahan yang pada waktu siang dalam keadaan kosong, karena penghuninya memiliki aktifitas di luar kantor. Sehingga diinginkan suatu sarana untuk melakukan monitoring status keamanan dari rumah. Beberapa sistem keamanan menggunakan monitoring jarak jauh dengan memberikan nada atau tone ke telepon. Masalahnya adalah sulit untuk memahami nada, memakan biaya jika jaraknya relatif jauh, misalkan berada di luar negeri.
Internet memberikan solusi yang mudah, murah dan handal. Yaitu dengan memanfaatkan teknologi pengiriman dan penerimaan e-mail yang dilakukan secara otomatis serta terjadwal. Di lain hal adalah diberikan juga sarana untuk enkripsi password untuk menghindari pengiriman data palsu. Dan juga tersedianya fasilitas kompresi jika mengharuskan menghandel data monitoring yang relatif besar, sehingga akan menghemat waktu pengiriman dan penerimaan data antara pengirim (pembaca data dari sensor) ke penerima.
Teknologi yang digunakan adalah memanfaatkan kemampuan dari Linux dengan fasilitas cron, procmail yang dikombinasikan dengan kompresi dan security (enkripsi). Untuk pengiriman dan penerimaan akan memanfaatkan sarana dari SMTP dan POP3.
Kendala yang dimungkinkan terjadi adalah besarnya waktu delay yang sulit diduga, karena sangat tergantung dari tingkat kesibukan jaringan Internet, penggunaan resources, fasilitas hardware dan sebagainya. Tetapi dari uji coba sederhana didapatkan hasil yang baik. Secara lengkap rancangan dan hasil percobaan diuraikan pada bagian selanjutnya.

LAMPU SINYAL PERINGATAN PADA KENDARAAN UNTUK MENGEMUDI DI JALAN BEBAS HAMBATAN

Rangkaian Lampu Sinyal ini memerlukan catu daya yang kecil, yaitu sebesar 9 volt. Input tegangan ini akan memberikan arus pada semua komponen termasuk IC dan LED untuk siap bekerja.

Rangkaian ini akan mulai bekerja jika fototransistor yang berfungsi sebagai sensor cahaya mendapat masukan cahaya. Fototransistor beroperasi seperti halnya transistor sebagai penguat. Tetapi fototransistor dikendalikan oleh cahaya, bukan dengan arus listrik. Fototransistor juga menggunakan sepotong germaniumnya pada kawat single emitor. Kaki kolektor fototransistor terhubung dengan pin trigger 2 dari IC-1 yang umumnya tetap bernilai tinggi karena adanya R1.


penghitung waktu akan menghasilkan pulsa tetap ketika tegangan pada pin trigger sebesar Vcc/3. Dan ketika tegangan pulsa trigger sebesar Vcc/3, maka keluaran dari penghitung waktu akan rendah, flip-flop internal pada timer akan menghentikan transistor dalam keadaan tidak mengisi dan menyebabkan keluaran dari timer menjadi tinggi dengan cara mengisi kapasitor eksternal dan menentukan keluaran flip-flop pada waktu yang sama.

Tegangan selanjutnya, akan melalui kapasitor eksternal C1, VC1 akan meningkat secara eksponensial dengan waktu konstan t = RA x C dan mencapai 2 Vcc/3 pada td = 1.1RA x C. Kemudian, kapasitor C1 diisi melalui resistor RA. Semakin besar nilai waktu konstan RAC, lebih lama waktu yang dibutuhkan oleh VC1 untuk mencapai 2Vcc/3. Dengan kata lain, waktu konstan RAC mengendalikan lebar pulsa keluaran.

Pada waktu tegangan yang diberikan pada kapasitor C1 mencapai 2Vcc/3, komparator pada terminal trigger akan mereset flip-flop, menyalakan transistor dalam keadaan tidak mengisi. Pada saat itu, C1 akan mulai mengisi dan keluaran output diubah menjadi rendah. Keluaran dari rangkaian monostable multivibrator diumpankan pada kaki basis transistor T2 melalui resistor R3 dan kaki kolektor bernilai tinggi untuk mereset pin 4 dari IC-2 pada tingkat tinggi. Hal ini mengaktifkan rangkaian astable multivibrator.

Sebuah kapasitor eksternal yang dipasang diluar IC merupakan kapasitor yang umumnya dipasang pada rangkaian-rangkaian tak stabil, yang akan melakukan pengisian muatan melalui resistor yang bernilai 10K dijumlahkan dengan resistor yang bernilai 47K dan akan melakukan pelepasan melalui resistor 47K, sehingga kondisi yang didapat tidak pernah stabil. Kondisi ini dimanfaatkan untuk membangkitkan clock generator pada rangkaian-rangkaian yang membutuhkan pulsa clock. Keadaan ini akan terus berlangsung secara periodik selama rangkaian ini dikenai tegangan. Keluaran pulsa clock akan melewati kaki 3 IC-2 untuk menyalakan dan mematikan rangkaian

Sistem Kendali Digital Otomatisasi Pembangkit Tenaga Listrik

Berbeda dengan sistem kendali diaplikasikan pada peralatan elektronik yang kita gunakan sehari-hari, perkembangan sistem kendali pada pembangkit listrik boleh dikatakan sangatlamban. Bila pada peralatan elektronik seperti telepon, AC, refrigerator, radio dan TV telah digunakan sistem kendali digital modern seperti fuzzy dan neural network, maka pada pembangkit listrik yang umumnya masih dipakai adalah sistem kendali klasik PID (proportional-integral-derivative). Hal ini disebabkan kondisi sistem pembangkit listrik yang sangat kompleks dipandang dari sudut pengendalian Bila peralatan elektronik seperti radio, mesin cuci, dan refrigerator merupakan sistem linier dan umumnya merupakan sistem dengan masukan dan keluaran tunggal (SISO= single input single output), maka pembangkit listrik merupakan sistem dengan masukan dan keluaran banyak (MIMO=multi input multi output) dan bersifat tak llinier. Selain itu umumnya pembangkit listrik memiliki sistem kendali lebih dari satu, masing-masing mengendalikan satu sub-sistem. Karena sub-sistem sub-sistem tersebut bekerja saling berhubungan maka sistem kendalinya pun harus saling berhubungan. Kemudian untuk lebih menjamin keamanan, pada sebagian jenis pembangkit listrik, sistem kendalinya masih dibagi atas sistem kendali proses (prosess control system) dan sistem kendali proteksi (protection control system). Ini memerlukan tingkat otomatisasi yang tinggi yang hanya dapat ditangani oleh digital sistem kendali dengan prosesor komputer paralel.

Kompleksnya sistem pembangkit listrik menyebabkan upaya pemanfaatan kendali digital dilakukan setahap demi setahap. Bagian paling utama yang diupayakan untuk diganti adalah ruang pengendali. Hal ini terutama untuk mengurangi kesalahan yang bersumber dari operator (human error).

Sistem Pengaturan Lampu Lalu Lintas Memakai Logika Fuzzy

Lampu lalu lintas (LL) pada persimpangan jalan memegang peranan penting dalam menentukan kelancaran sebaran kendaraan di jalan-jalan yang mempunyai persimpangan tersebut. Sistem pengendalian lampu LL yang baik adalah jika sistem itu dapat berjalan secara otomatis dan dapat menyesuaikan diri dengan kepadatan LL pada tiap-tiap jalur (bagian dari lengan jalan). Sistem ini dikenal sebagai actuated controller.

Telah dirancang sebuah miniatur simpang empat sederhana dengan sistem pengendalian lampu LL jenis actuated controller (lihat Gambar-1). Sistem ini menggunakan logika Fuzzy. Perangkat keras sistem terdiri atas 8 sensor kepadatan LL untuk mengambil data kendaraan, papan antar muka untuk menghubungkan perangkat keras dengan komputer (PC), dan bagian keluaran yang dihubungkan dengan lampu LL.

Perangkat lunak berfungsi untuk menjalankan dan mengendalikan perangkat keras serta melakukan pengolahan data, ditulis dalam Bahasa C.

logika fuzzy terbukti dapat digunakan untuk memenuhi tujuan pengaturan LL secara optimal. Sistem yang dihasilkan relatif sederhana dan mempunyai fleksibilitas tinggi. Sistem ini dapat diterapkan di kondisi jalan yang berbeda, yaitu lewat penyesuaian ranah (domain) himpunan fungsi keanggotaan masukan dan keluaran (Gambar 2), dan kaidah-kaidah kendali pada FAM (Tabel 1).

Miniatur Sistem Pengaturan Lampu LL ini dapat diperluas, misalnya :

  1. Komputer dibuat terpusat dengan tugas mengkoordinasi beberapa persimpangan (yang tidak harus 4 jumlahnya), terutama yang berdekatan, dengan tujuan supaya sistem-sistem saling membantu dan memperlancar sebaran kendaraan pada suatu daerah.
  2. Dikembangkan ke arah sistem yang adaptif, yaitu bila kondisi kepadatan berubah, maka sistem akan melakukan perubahan bentuk grafik fungsi keanggotaan masukan dan keluaran, serta tabel FAM secara otomatis.

Minggu, 20 Desember 2009

DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONTROL LIFT DENGAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER MELALUI PERSONAL COMPUTER DESIGN AND IMPLEMENTATION LIFT CONTROLLER USING PR

Sistem otomasi tidak hanya digunakan pada sistem produksi, tetapi juga digunakan dalam berbagai aplikasi lain. Fleksibilitas dan programabilitas dari sistem otomasi memberikan kemudahan pelaksanaan proses suatu sistem sesuai kebutuhan dengan teknologi tinggi. Penggunaan komputer menjadi bagian dari sistem otomasi, dimana komponen dari sistem dikendalikan melalui perangkat lunak untuk melakukan suatu proses.
Prototype sistem monitoring menggunakan pemrograman Programmable Logic Controller (PLC) sebagai sistem pengendali, dengan bahasa statement list pada software FST 4, dan software Visual Basic yang merupakan interface antara mesin dan manusia sehingga dapat melakukan komunikasi secara tidak langsung.
Sistem lift yang ada saat ini jarang yang menggunakan proses monitoring. Dengan proses monitoring user dapat mengetahui kejadian yang terjadi pada lift, sehingga diharapkan dapat membantu operator ataupun perawatan dari lift tersebut. Sistem monitoring yang dibuat adalah sistem online. Dengan demikian data dan informasi dari sistem lift pada PLC akan dikirimkan ke software Visual Basic pada PC. Sehingga user dapat melihat proses sistem lift melalui visualisasi pada program VB tersebut.
Pada tahap pengujian, dilakukan pengujian program yang meliputi pengujian program PLC, komunikasi antara PLC dan PC dan pengujian visualisasi VB. Hasil dari pengujian yang dilakukan, menunjukkan aplikasi sistem pengontrol PLC dan monitoring pada program VB ini mampu merespon lingkungan fisik seperti sensor dan tombol, yang akan ditampilkan pada layar komputer dan mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengetahui keadaan nyata pada sistem setiap saat.

Pintu Geser Otomatis

Sebuah komputer mampu mengendalikan sebuah rangkaian alat elektronika menggunakan sebuah chip IC yang dapat diisi program dan logika yang disebut teknologi Mikroprosesor. Pintu Geser Otomatis adalah sebuah rangkaian simulasi dari kerja sensor yang dapat menggerakan sebuah motor stepper secara otomatis sehingga motor ini dapat menggeser sebuah miniatur pintu. Cara kerja dari alat ini adalah berbasis mikroprosessor. Bahasa pemograman yang digunakan adalah bahasa pemograman tingkat rendah (Low level language) Assembler yang di isi pada sebuah chip IC.

Berdasarkan perancangan, pembuatan, pengujian dan pengoperasiannya dapat dinyatakan bahwa prototipe Pintu Geser Otomatis bekerja sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Hal ini mengindikasikan bahwa miniatur pintu yang dibuat dapat diimplementasikan ke bentuk yang sebenarnya.

Pada saat ini, teknologi semakin berkembang dengan sangat cepat dan semakin canggih. Perkembangan teknologi ini pastinya sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi komputer. Dimana teknologi komputer merupakan pendukung bahkan penggerak kemajuan teknologi informasi pada jaman sekarang ini. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu elektronika sangat berpengaruh kepada perkembangan Teknologi. Sebuah komputer mampu mengendalikan sebuah rangkaian alat elektronika menggunakan sebuah chip IC yang dapat diisi program dan logika yang disebut teknologi Mikroprosesor.

Mikroprosesor merupakan salah satu ilmu dalam bidang elektronika yang dipelajari pada perkuliahan jurusan Sistem Komputer. Kemudian timbul gagasan untuk mengimplementasikan sebuah alat berbasis mikroprosesor yang serba otomatis dan efisiensi. Maka penulis membuat sebuah penelitian ilmiah yang di beri judul ?PINTU GESER OTOMATIS?. Adapun alat tersebut merupakan serangkaian komponen elektronika berbentuk prototype sebuah pintu yang dapat bergeser secara otomatis yang dikontrol menggunakan program mikrokontroler.

Bahasa pemograman yang akan digunakan adalah bahasa pemograman tingkat rendah (Low level language) Assembler yang di isi pada sebuah chip IC. Kerena itulah penulis mencoba menganalisa dan mempelajari lebih dalam tentang membuat sebuah alat elektronika berbasis mikroprosesor yang dikendalikan oleh bahasa pemograman Assembler yang dapat menggerakkan sebuah prototype pintu yang dapat bergeser secara otomatis. Dan penulis bisa belajar memahami fungsi, karakteristik, serta cara kerja dari alat yang kami buat dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem Data Akuisisi melalui Jaringan Internet Study Kasus Pengukuran Suhu Ruangan dengan Sensor DS1621

Sensor di bidang industri maupun yang lainnya sangat dibutuhkan karena dengan adannya sensor maka bidang-bidang industri dapat dengan mudah dapat mengendalikan peralatan dari jarak jauh. Sensor dapat dimanfaatkan jika terdapat rangkaian ADC maupun DAC dan dibutuhkan suatu kalibrasi agar sensor dapat mengukur suatu besaran dengan tepat. Dengan menggunakan sensor DS1621 maka hal itu tidak diperlukan karena DS1621 tersebut merupakan suatu sensor yang ?pintar? (Intelegent Sensor). DS1621 ini tidak membutuhkan microcontroller dan tidak membutuhkan kalibrasi.

Perancangan Alat Pengukur Suhu Ruangan Dengan Sensor DS1621 Melalui Jaringan Internet Berbasis Personal merupakan suatu alat yang menggunakan DS1621 untuk penyensoran suhunya. Data yang dikirim oleh sensor suhu dapat diambil melalui jaringan internet sehingga peralatan ini dapat diakses dari manapun asalkan terhubung dengan internet. Rangkaian ini memiliki suhu dari -20…….+125 C. Software yang digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran suhu adalah HTML. Penggunaan Windows 2000 server sebagai server pada perancangan ini sangatlah membantu. Karena membuat hampir segala aktifitas komputer menjadi lebih mudah, cepat dan berintegrasi penuh dengan internet karena terdapat DNS(Domain Name System) dan IIS(Internet Information Service).

Senin, 12 Oktober 2009

Analisis Keamanan VoIP Over VPN

Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak layanan multimedia telah dikembangkan di internet Salah satu dari layanan itu adalah VoIP.
Teknologi VoIP sangat menguntungkan karena menggunakan jaringan berbasis IP yang sudah memiliki jaringan kuat di dunia sehingga biaya untuk melakukan panggilan jauh lebih efisien daripada menggunakan telepon analog. Tetapi VoIP memiliki kelemahan yaitu keamanan yang tidak terjamin. Karena berbasis IP, maka siapapun bisa melakukan penyadapat dan perekaman terhadap data VoIP. Dari sinilah muncul suatu pemikiran tentang bagaimana caranya untuk mengamankan data VoIP tanpa mengurangi performansi dari jaringan VoIP itu sendiri.Salah satu cara adalah dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network). VPN sendiri telah diketahui sebagai salah satu metoda yang handal dalam menangani masalah keamanan jaringan, terutama untuk pengiriman data penting. Untuk mengimplementasikan pemikiran tersebut maka dibuatlah suatu sistem VoIP over VPN. Kemudian dianalisa bagimana performansi dan keamanan VoIP sebelum dan sesudah menggunakan VPN. Apakah voice yang dihasilkan oleh VoIP over VPN masih memenuhi standar ITU-T berdasarkan delay, jitter dan packet loss.
Dari pengujian dengan menggunakan codec G729 didapatkan bahwa untuk bitrate 96 kbps maka performansi (delay, jitter dan packet loss) dengan menggunakan VPN tidak terlalu berubah (adanya pengkatan sekitar 1%- 8%). Tetapi ketika bitrate dibuat dibawah 64 kbps maka performansi VoIP menurun drastis (delay meningkat 1000%, jitter 100% dan packet loss meningkat sekitar 83% sampai 87% ) sedangkan untuk keamanan data VoIP, VPN dapat mengamankan data dari ancaman keamanan. Sebelum menggunakan VPN data VoIP dapat direkam dan dimainkan ulang. Data payloadnya juga dapat ditangkap dan dilihat tetapi setelah menggunakan VPN VoIP tidak dapat direkam dan data payloadnya tidak terlihat.

IMPLEMENTASI METRIK PADA PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

Metrik digunakan oleh industri perangkat lunak untuk mengukur proses pembuatan, operasi, dan perawatan perangkat lunak. Melalui metrik, dapat diperoleh informasi-informasi berharga dan parameter-parameter sebagai bahan evaluasi yang obyektif mengenai atribut-atribut dan status dari suatu pengembangan perangkat lunak. Implementasi metrik perangkat lunak pada suatu proses pengembangan perangkat lunak dan pada suatu produk perangkat lunak melibatkan tahapan-tahapan kompleks yang memerlukan pembelajaran yang berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat memberikan pengetahuan mengenai status dari suatu proses pembuatan perangkat lunak dan atau suatu produk dari perangkat lunak. Dengan melakukan evaluasi pada atribut-atribut yang ada dalam perangkat lunak, dapat diperoleh status dari suatu perangkat lunak. Dari hal ini, situasi yang ada dapat diidentifikasi dan diklasifikasikan, yang dapat digunakan untuk
membantu dalam mencari peluang-peluang baru yang bisa digunakan untuk pengembangan dan perbaikan perangkat lunak. Evaluasi seperti ini pada akhirnya dapat digunakan untuk membuat perencanaan dalam perubahan-perubahan yang mungkin perlu diimplementasikan di masa yang akan datang. Atribut-atribut yang diidentifikasi ini juga dapat digunakan sebagai referensi dan bahan pertimbangan bagi proses pengembangan perangkat lunak lainnya.

Metrik Dalam Proses dan Proyek
Dalam proses terdapat beberapa faktor penentu, yaitu: sumber daya manusia, kompleksitas produk, dan perkembangan teknologi. Metrik proyek digunakan oleh manajer proyek dan tim pengembang untuk dapat beradaptasi dengan alur kerja dan aktifitas-aktivitas yang bersifat teknis

Metrik Berorientasi Ukuran
Metrik beorientasi ukuran diperoleh dengan cara melakukan normalisasi ukuran kualitas dan produktivitas dengan menghitung ukuran dari perangkat lunak yang dibuat.

Metrik Berorientasi Fungsi
Metrik berorientasi fungsi menggunakan ukuran fungsionalitas yang dihasilkan oleh aplikasi sebagai nilai normalisasi. Fungsionalitas tidak dapat diukur secara langsung, sehingga untuk memperolehnya digunakan pengukuran langsung terlebih dahulu, lalu hasil pengukuran langsung tersebut digunakan sebagai masukan.

Estimasi Berbasis Masalah

Dalam estimasi berbasis masalah, perencana proyek memulai dengan kumpulan pernyataan yang berisi kerangka dan batasan-batasan dari perangkat lunak dan dari peryataan-pernyataan tersebut kemudian mencoba untuk melakukan dekomposisi perangkat lunak ke dalam banyak fungsi permasalahan (problem function) dan melakukan estimasi variabel-variabel (LOC dan FP) pada tiap fungsi permasalahan.

Selasa, 06 Oktober 2009

Aplikasi Scada System Pada Miniatur Water Level Control

Water Level Control adalah satu dari sekian banyak sistem yang ada dalam dunia industri. Di samping sederhana, sistem tersebut banyak sekali digunakan dalam dunia industri. Dengan dukungan SCADA sistem ( dikendalikan dari jauh), akan semakin memberikan gambaran tentang kondisi sebenarnya yang ada dalam dunia industri.

  • Scada System
SCADA (Supervisory Control and Data Aqcuisition) sistem, adalah sistem yang memungkinkankan pengguna/operator untuk melakukan:

  1. Monitoring (pengawasan)
  2. Controlling (pengendalian)
  3. Data Aqcuisition (pengambilan dan perekaman data)
Ketiga fungsi di atas dapat dipenuhi dengan mewujudkannya dalam bentuk hardware maupun software.

  • PLC ( Programmable Logic Controller )
PLC yang digunakan ada 2 macam yaitu:
  1. OMRON CPM1
  2. PLC MODICON TSX Micro 3721 V.2

  • Perencanaan Sistem
Pada perencanaan sistem tersebut ada tiga bagian yang perlu mendapat perhatian yaitu:
  1. miniature water level control yang difungsikan sebagai plant
  2. PLC yang merupakan “otak” dari system
  3. SCADA software (Wonderware® InTouchTM) yang akan memvisualisasikan proses yang terjadi pada plant
Data input diberikan oleh sensor level ketinggian yang menggunakan metode fload to resistance. input diterima oleh PLC dalam bentuk 8 bit data digital. Dalam prosesnya PLC akan membandingkan data dari komputer (ketinggian yang diinginkan) dengan input. Di samping itu PLC juga mengirimkan data (level ketinggian air) sesuai data input-nya. Setelah proses selesai (1 scan time), PLC mengeluarkan output berupa 8 bit data. Ke-8 bit data tersebut akan diolah untuk mengatur kerja dari pompa air yang akan memompa air ke tandon. Sebagai catatan sistem dijalankan dengan kondisi kran pada plant terbuka penuh. Jadi program yang dibuat telah dikondisikan khusus untuk pengaturan ketinggian air pada ketinggian tertentu dengan kondisi kran yang terbuka penuh.

  • Sensor Level Ketinggian Dan Pembagi Tegangan
Sensor level ketinggian air akan memberi data berupa perubahan resistansi, yang kemudian diubah menjadi tegangan menggunakan prinsip pembagi tegangan. Sensor Level ketinggian memiliki prinsip seperti potensiometer. Sensor ini perlu dihubungkan dengan pembagi tegangan untuk mendapatkan level tegangan yang sesuai.
  • ADC Dan Buffer
Difungsikan sebagai pengubah data analog dari sensor level ketinggian menjadi data digital 8 bit yang bisa di baca PLC. Output dari ADC dihubungkan ke 74HCT573 yang difungsikan sebagai buffer.
  • Penyelaras Tegangan
Penyelaras tegangan adalah rangkaian pengkondisi yang menggunakan prinsip dari comparator,
di mana rangkaian tersebut digunakan untuk mensinkronkan tegangan ADC “5 Vdc” dengan tegangan PLC “ 24 Vdc”.







Analisis Transmitter PT. Aceh Media Indonesia ( Aceh TV )

Transmitter televisi atau disebut juga pemancar, dalam pengiriman sinyal mempunyai 2 fungsi secara bersamaan, yakni pengiriman sinyal gambar ( video ) dan pengiriman sinyal suara ( audio ).
sinyal gambar dimodulasi secara AM, sedangkan sinyal suara dimodulasi secara FM. kemudian pemancar sinyal gambar dan suara digabung menjadi satu dalam jembatan diplexer dengan alat yang dinamakan combiner untuk kemudian dipancarkan melalui satu antena ke segala arah dari sekitar pemancar. gelombang radio UHF digunakan untuk memancarkan sinyal televisi. gelombang UHF tidak dapat menembus bukit atau gedung tinggi sehinggauntuk dapat menerima dengan baik, televisi memerlukan antena aerial yang mengarah langsung ke pemancar itu.

karakteristik antena pemancar terdiri dari dua jenis pola radiasi, yaitu:
  • pola radiasi horizontal
  • pola radiasi vertikal

pemancar TV pada prinsipnya terdiri atas:
  1. osilator RF
  2. Modulator FM untuk sinyal suara
  3. Modulator AM untuk sinyal video
  4. Penguat RF
  5. Antena