Kamis, 07 Januari 2010

ANALISIS PERFORMANSI MOTOR INDUKSI SATU FASA DENGAN PERBANDINGAN SUPLAI DAYA V/f KONSTAN PADA BLOWER

Motor induksi satu fasa dengan perbandingan suplai daya V/f konstan dapat dilakukan dengan pengaturan frekuensi jala-jala yang masuk ke kumparan stator melalui suatu rangkaian converter-inverter. Dengan perbandingan suplai daya V/f yang konstan dapat dihasilkan torsi yang besar dengan putaran yang kecil. Putaran yang kecil hanya membutuhkan daya masukan yang kecil. Sehingga untuk menghasilkan torsi yang besar untuk menggerakkan beban cukup dengan memberikan daya masukan yang kecil dan penghematan energi listrik dapat dilakukan.
Tugas akhir ini akan menganalisis secara teoritis performansi motor induksi satu fasa untuk aplikasi blower dengan perbandingan suplai daya V/f yang konstan. Motor induksi satu fasa yang digunakan adalah jenis motor kapasitor permanen untuk menjalankan daya horse power fraksional dari blower. Melalui simulasi komputer yang dilaksanakan dapat dihitung performansi motor induksi satu fasa seperti efisiensi dan torsi motor terhadap putaran dengan perbandingan V/f yang konstan. Oleh karena itu penulis menggunakan program Matlab untuk dapat melakukan perhitungan dan penggambaran secara akurat karakteristik dari motor induksi satu fasa tersebut. Sehingga diharapkan hasilnya dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa pada aplikasi blower.

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG PENULISAN
Motor induksi satu fasa adalah motor induksi yang beroperasi pada sumber arus bolak balik satu fasa. Motor induksi satu fasa umumnya mempunyai rotor sangkar. Motor induksi satu fasa ini tidak mampu melakukan pengasutan sendiri (self starting), oleh karena itu motor ini membutuhkan peralatan bantu untuk menghasilkan momen putar awal, sehingga motor dapat berjalan secara kontinu.
Motor induksi satu fasa yang digunakan untuk aplikasi blower adalah jenis motor kapasitor permanen. Motor kapasitor permanen mempunyai kapasitor yang secara permanen dihubungkan seri dengan belitan bantu dan paralel dengan belitan utama. Belitan bantu untuk pengasutan awal motor tetap terhubung dengan belitan utama ketika motor berjalan.
Motor kapasitor permanen dengan perbandingan suplai daya V/f konstan dapat dilakukan dengan pengaturan frekuensi jala-jala yang masuk ke kumparan stator melalui suatu rangkaian inverter. Dengan pengaturan frekuensi jala-jala ini dapat menghasilkan torsi yang besar dengan putaran yang kecil. Putaran yang kecil hanya membutuhkan daya masukan yang kecil. Sehingga untuk menghasilkan torsi yang besar untuk menggerakkan beban cukup dengan memberikan daya masukan yang kecil dan penghematan energi listrik dapat dilakukan.
Pada penulisan tugas akhir ini akan dianalisis performansi dari motor kapasitor permanen dengan merubah-ubah tegangan dan frekuensi masukan dengan perbandingan yang konstan, sehingga diperoleh karakteristik performansi motor kapasitor permanen dengan perbandingan suplai daya V/f konstan.

I.2 TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk menganalisis performansi arus, daya, efisiensi, torsi dan kecepatan motor induksi satu fasa yang dipakai untuk aplikasi blower dengan perbandingan suplai daya V/f yang konstan dengan menggunakan program Matlab.
Manfaat penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh karakteristik motor kapasitor permanen pada blower, yaitu karakteristik torsi, daya, arus, faktor daya dan efisiensi motor terhadap kecepatan dengan perbandingan suplai daya V/f konstan. Selain itu diharapkan hasilnya dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa.

I.3 BATASAN MASALAH
Untuk menghindari pembahasan yang meluas maka penulis akan membatasi pembahasan tugas akhir ini. Adapun yang menjadi batasan masalah adalah sebagai berikut :
1.Motor induksi satu fasa yang digunakan pada blower adalah motor kapasitor permanen.
2.Pembahasan dititik beratkan pada motor kapasitor permanen dengan perbandingan suplai daya V/f yang konstan.
3.Tidak membahas secara rinci peralatan elektronika daya.
4.Sofware Matlab yang dipakai dalam tulisan ini hanya digunakan umtuk membantu perhitungan performansi motor kapasitor permanen.
5.Hanya membahas performansi motor kapasitor permanen pada blower di bawah frekuensi ratingnya.

I.4 METODE PENULISAN
Metode penulisan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah :
a.Studi Literatur
Berupa penelaahan terhadap buku-buku dan jurnal-jurnal referensi yang berhubungan dengan penulisan.
b. Diskusi
Berupa konsultasi dan bimbingan dari dosen pembimbing dan rekan-rekan mahasiswa.
c. Analisis melalui komputer
Melakukan perhitungan performansi motor induksi satu fasa pada blower dengan menggunakan program Matlab.

I.5 SISTEMATIKA PENULISAN
Materi pembahasan dalam tugas akhir ini diurutkan dalam lima bab yang diuraikan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, metode penulisan dan sistematika penulisan dari tugas akhir.

BAB II MOTOR INDUKSI SATU FASA
Bab ini membahas motor induksi satu fasa, konstruksi umum, prinsip kerja, jenis-jenis motor induksi satu fasa, pengujian motor, aplikasi motor induksi satu fasa pada blower, rangkaian ekivalen motor kapasitor permanen, dan perhitungan performansi motor kapasitor permanen.

BAB III MOTOR INDUKSI SATU FASA DENGAN PERBANDINGAN SUPLAI DAYA V/f KONSTAN
Bab ini akan dibahas kondisi motor induksi satu fasa pada blower dengan perbandingan suplai daya V/f yang konstan.

BAB IV ANALISIS PERFORMANSI MOTOR INDUKSI SATU FASA DENGAN PERBANDINGAN SUPLAI DAYA V/f KONSTAN PADA BLOWER
Pada bab ini akan menganalisis performansi dan penggambaran karakteristik motor kapasitor permanen pada pada blower dengan perbandingan suplai daya V/f konstan dengan menggunakan program Matlab.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bagian penutup yang berupa kesimpulan dari hasil analisa dan saran yang mungkin bermanfaat dalam pembahasan performansi motor induksi satu fasa pada blower dengan perbandingan suplai daya V/f yang konstan

PERANCANGAN WEBSITE PRIBADI SECARA KOLEKTIF DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Teknologi informasi yang berkembang saat ini memberikan banyak kemudahan di segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satunya adalah dalam mempublikasikan abstrak jurnal penelitian para dosen, yang merupakan pakar di bidangnya, di universitas. Selain itu salah satu penilaian universitas berbobot adalah jurnal internasional dosen-dosennya. Namun selama ini Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) belum mempunyai website untuk menampilkan karya ilmiah civitas akademikanya. Karya ilmiah berupa abstrak jurnal penelitian dan tawaran judul Tugas Akhir. Oleh karena itu diperlukan Website Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP sebagai salah satu media untuk mempublikasikan hasil karya Civitas Akademika Fakultas Teknik.
Langkah yang dilakukan dalam menyusun tugas akhir ini adalah sebagai berikut. Langkah pertama adalah melakukan analisis terhadap kebutuhan dosen sebagai Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP sebagai anggota pada website yang akan dibuat. Langkah kedua adalah melakukan perancangan untuk mewujudkan kebutuhan tersebut. Langkah ketiga adalah membuat atau menyusun website yang telah dirancang. Langkah terakhir adalah melakukan pengujian terhadap fungsi pada website tersebut. Metode yang digunakan dalam merancang aplikasi ini adalah metode UML (Unified Modeling Language).
Berdasarkan dari hasil pengujian yang dilakukan, CMS (Content Management Sytem) Drupal dapat memenuhi kebutuhan website dan fungsi-fungsinya dapat berjalan dengan baik. Perancangan Website Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP ini membuat Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP ataupun dari luar Universitas Diponegoro untuk dapat mengakses karya tulis ilmiah dan biodata Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP. Dengan demikian website telah dapat memenuhi kebutuhan Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP dalam hal mempublikasikan karya tulis ilmiahnya.

Kata-kunci: Jurnal, Drupal, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, UML

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Teknologi informasi yang berkembang saat ini memberikan banyak kemudahan di segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satunya adalah dalam mempublikasikan abstrak jurnal penelitian para dosen, yang merupakan pakar di bidangnya, di universitas. Selain itu salah satu penilaian universitas berbobot adalah jurnal internasional dosen-dosennya. Namun selama ini Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) belum mempunyai website untuk menampilkan karya ilmiah civitas akademikanya. Karya ilmiah berupa abstrak jurnal penelitian dan tawaran judul Tugas Akhir. Oleh karena itu diperlukan Website Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP sebagai salah satu media untuk mempublikasikan hasil karya Civitas Akademika Fakultas Teknik.
CMS (Content Management System) adalah sebuah perangkat lunak yang memfasilitasi pembuatan, pengorganisasian, pemanipulasian, dan penghilangan informasi baik dalam bentuk gambar, dokumen, dan skrip yang digunakan untuk pembuatan isi sebuah website. Drupal merupakan CMS yang sifatnya open-source dengan source code yang digunakan tersedia dan dapat digunakan serta dimodifikasi oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan sistem yang akan dibuat.

1.2 Tujuan Tugas Akhir
Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang Website Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP yang berguna sebagai media bagi dosen Fakultas Teknik UNDIP untuk mempublikasikan hasil karya tulis ilmiahnya.

1.3.1 Pembatasan Masalah
Pada tugas akhir ini pembahasan masalah hanya akan dibatasi pada hal-hal berikut.
1. Sistem Informasi yang dibuat merupakan Website Civitas Akademika Fakultas Teknik UNDIP.
2. CMS yang digunakan adalah Drupal.
3. Bahasa pemrograman skrip yang digunakan adalah PHP.
4. Perangkat lunak yang digunakan untuk basis data adalah MySql.
5. Web server yang digunakan adalah Apache.
6. Tidak membahas spesifikasi perangkat keras yang digunakan.
7. Tidak membahas keamanan sistem.

1.4 Metodologi Penelitian
Untuk mewujudkan tujuan Tugas Akhir ini maka dilakukan metode-metode sebagai berikut.
1. Studi Pustaka dan Bimbingan.
Metode ini merupakan suatu cara untuk memahami teori-teori yang mendasari topik permasalahan dengan mengambil penyelesaian dari buku-buku referensi. Bimbingan bertujuan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan masukan dari dosen pembimbing serta mengkoreksi kesalahan-kesalahan dalam pembuatan laporan.
2. Perancangan.
Pada tahap perancangan ini akan dibuat program aplikasi berdasarkan data yang telah didapatkan dari hasil studi pustaka dan bimbingan.
3. Pengujian.
Pada tahap ini aplikasi akan diuji apakah sistem telah berjalan dengan baik. Pengujian dilakukan dengan metode Black Box dan White Box.

1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
Bab I ini berisi tentang uraian latar belakang masalah, tujuan, batasan masalah, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan pembuatan Tugas Akhir.

BAB II TEORI CONTENT MANAGEMENT SYSTEM DRUPAL
Bab II ini berisi tentang penjelasan dari CMS Drupal, UML, bahasa pemrograman skrip PHP, dan MySQL.

BAB III PERANCANGAN SISTEM
Bab III ini akan membahas tentang proses perancangan sistem informasi menggunakan pendekatan berorientasi objek, terdiri dari diagram use-case, diagram kelas, diagram urutan, dan diagram keadaan.

BAB IV PEMBAHASAN DAN PENGUJIAN
Bab IV ini akan membahas pembahasan dan pengujian fungsi dan fasilitas pada sistem informasi yang telah dirancang.

BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan yang dianggap penting dari Tugas Akhir ini dan saran untuk pengembangan yang lebih lanjut

PEMODELAN PERANCANGAN JARINGAN WIMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) UNTUK DAERAH URBAN DAN SUB URBAN

Indonesian Internet needs are growing rapidly. Internet applications are more varying. The Internet network growth not proportionally than user and traffic growth. Major problem for the internet network is technology to cover all region and all place.
Wireless technology growing rapidly, Wimax (Wireless Technology For Microwave Access) is one of the newest wireless technology. Wimax standardization is IEEE 802.16 that has several innovations than the technology before. Wimax have innovation at adaptive modulation, more speed and longer radius it’s also support LOS and NonLOS. There isn’t any country used wimax for their wireless data network.
The major problems to planning MAN (Metropolitan Area Network Planning) are bandwidth estimation, bandwidth needs, cell radius, re uses frequency, total cell.
This Final project is research how to planning MAN (Metropolitan Area Network) by seeing user needs and coverage area. By deploying MAN networks all the access of public can be carried out. Internet access become cheaper and bandwidth needs can be carried out.
This research also defined region by urban, sub urban and rural. Each region have own characteristic and have different parameter. By defined the region the bit rate needs for each region can be calculated.
Method that used is cell structuring to coverage all region by assumptions depend on region activity and cell capacity using sectored and cell splitting. The approaching is using coverage area and bit rate needs.
The result is cell model, cell bit rate, cell radius, cell interference, duplexing technique and wide cell. The result can be one of parameter to install Wimax network in Indonesia.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.1.1 Kebutuhan Internet Indonesia
Kebutuhan penggunaan komunikasi data yang bersifat broadband, wireless serta mobile semakin meningkat.[29]

Gambar 1.1
Grafik Pertumbuhan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet di Indonesia [4]
Tabel diatas menunjukkan jumlah pemakai Internet di Indonesia meningkat pesat. Jumlah peninggkatan pengguna ini tidak dikuti dengan ketersediaan bandwidth dan ketersediaan jaringan yang bisa diakses oleh setiap orang di seluruh Indonesia.
1.1.2 Perkembangan Kebutuhan Bandwidth
Kebutuhan akan tersedianya bandwidth semakin lama semakin meningkat hal ini disebabkan aplikasi yang semakin banyak demikian juga content aplikasi yang ada.

Gambar 1.2
Kebutuhan Bandwidht untuk aplikasi tertentu [32]
1.1.3 Teknologi Jaringan
WIMAX ( Worldwide Interoperability for Microwave Access ) merupakan salah satu bentuk teknologi nirkabel keuntungan yang dimiliki teknologi wireless tersebut dibandingkan teknologi wireless saat ini yang masih banyak mempunyai hambatan, diantaranya, mahal, efisiensi rendah keandalan teknologi lemah, line-of-sight .
Dalam Tugas Akhir ini akan dibahas tentang Pemodelan Perancangan Wimax untuk daerah urband dan sub urban, dimana dalam perencanaan akan diperhitungkan kebutuhan bandwidht, kapasitas user yang dapat melakukan koneksi secara simultan, power link budget, coverage sel.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang dijumpai dalam judul penulisan Tugas Akhir ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.2.1 Kebutuhan Bandwidht
Analisa mengenai kebutuhan traffik diperlukan untuk merumuskan estimasi awal kebutuhan bandwidth yang digunakan asumís kebutuhan bandwidth menggunakan asumís dari wimax forum.
1.2.2 Penentuan tipe Daerah
Penentuan tipe daerah digunakan untuk membedakan tipe sel yang akan digunakan. Penentuan tipe daerah ini berdasarkan asumsi dari wimax forum.
1.2.3 Perhitungan Bit Rate
Wimax merupakan teknologi baru, kemampuan wimax untuk membawa data dalam jumlah besar belum dibuktikan secara teori maupun secara praktis melalui pengukuran di lapangan. Dalam tugas akhir ini akan dihitung besarnya bit rate yang dapat dibawa oleh teknologi wimax berikut dengan hasil tes di lapangan.
1.2.4 Perancangan Sel
Perancangan luas sel yang ada serta jumlah yang dibutuhkan sehingga dapat memenuhi seluruh kebutuhan bandwidth.[6]
1.2.5 Penentuan Sektorisasi
Penentuan sektorisasi yang paling tepat agar bandwidth yang dibutuhkan dapat tercukupi dan pathloss paling sesuai, serta penentuan frekuensi re use agar interferensi dapat dihindari.[3,5]
1.2.6 Perhitungan Link Budget
Perhitungan power link budget menggunakan beberapa model yaitu LOS (Line Of Sight) dan SUI (Stanford University Interim).[3,18]
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk merencanakan suatu pemodelan perancangan FWA (Fixed Wireless Access) yang dapat digunakan di semua kota di Indonesia sehingga jaringan FWA dapat dibangun di kota kota di Indonesia.
Untuk lebih spesifik lagi tujuan tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut
1.3.1 Membuat parameter primer dalam perancangan jaringan wimax
• Kebutuhan Bandwidth
• Pendefinisian Wilayah
• Link Budget
1.3.2 Solusi Jaringan Internet Murah
Salah satu tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk membuat jeringan Internet dengan biaya yang lebih murah daripada jeringan yang telah ada saat ini.
1.3.3 Penelitian di Bidang Wíreles
Tujuan dari Tugas Akhir ini hádala mengembangkan penelitian di bidang wireles.
1.3.4 Bahan pertimbangan bagi operator dan Pemerintah
Hasil dari Tugas Akhir ini diharapkan dapat digunakan oleh operator maupun pemerintah dalam menentukan jaringan yang paling efisien.
1.4 Batasan Masalah
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini terdapat beberapa batasan masalah agar pembahasan menjadi jelas, diantaranya :
? Standart yang digunakan adalah IEEE 802.16.
? Asumsi traffik menggunakan wimax forum tanpa mempertimbangkan keakurasian data untuk wilayah Indonesia.
? Perhitungan pada frekuensi 3.5 Ghz bandwidth kanal 3.5 Mhz.
? Analisa frekuensi di 3.5Ghz.
? Perhitungan kebutuhan bandwidth.
? Melakukan perhitungan dari bit rate system.
? Jumlah Dan Coverage Sel.
? Perhitungan untuk setiap Frekuensi carrier.
? Power Link Budget.
? Melakukan perancangan sistem dari kasus terburuk sampai kasus terbaik.
? Tidak membahas mengenai management bandwidth operator.
? Tidak membahas secara spesifik protocol yang ada dalam standart IEEE 802.16a.
? Hanya menampilkan grafik perhitungan pada bandwidth kanal 3.5, 5 dan 7 Mhz.
? Perancangan menggunakan pendekatan luas wilayah.

1.5 Metode Penelitian
Metode penelitian pada tugas akhir ini dilakukan dengan studi literatur pada jurnal, buku dan sumber pendukung lain yang relevan. Metode penelitian dapat dilihat secara struktural sebagai berikut:

Gambar 1.3
Diagram Alir Metode Penelitian
1.5.1 Analisa Kebutuhan Sistem
Kebutuhan pengguna dapat ditentukan ditentukan dari tipe pengguna yang ingin dilayani dan service seperti apa yang diinginkan pengguna, termasuk kebutuhan data tentang kepadatan pengguna yang terdapat di lokasi tersebut, sehingga dapat ditentukan jumlah sektor yang diperlukan.
1.5.2 Pengelompokan Kebutuhan Berdasarkan User
Kebutuhan Jaringan adalah kebutuhan utama yang ditentukan dari komponen-komponen diatas dan termasuk karakteristik yang harus dimiliki di dalam jaringan.[2,3]
1.5.3 Perhitungan Bit Rate Sistem
1.5.3.1 Penentuan Bit rate sektor
Bit rate menentukan jumlah sel yang dibutuhkan dalam suatu daerah layanan.

1.5.3.2 Penentuan Radius Sel
Luas sel dapat ditentukan dari radius sel tersebut. Dari jumlah sel dapat diketahui luas dan jumlah sel yang dibutuhkan.
1.5.4 Penentuan Jumlah Sel
Penentuan jumlah sel untuk mencakup suatu daerah tertentu.

1.6 Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Tugas Akhir ini disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan
Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang, tujuan, rumusan, batasan masalah, metode, dan sistematika penulisan tugas akhir
BAB II : Dasar Teori
Pada bab ini memuat berbagai dasar teori yang mendukung dan mendasari penulisan tugas akhir ini.
BAB III : Kebutuhan Sistem dan Parameter Teknologi
Parameter teknologi wimax dan aspek aspek yang dibutuhkan dalam teknologi ini
BAB IV : Analisa Data Dan Perancangan
Bab ini membahas analisa dari data dan perhitungan dari perancangan.
BAB V : Kesimpulan dan Saran
Bab ini membahas kesimpulan dari seluruh penelitian tugas akhir ini.

IMPLEMENTASI TEKNIK WATERMARKING DIGITAL PADA DOMAIN DCT UNTUK CITRA BERWARNA

Kemudahan distribusi media digital, khususnya melalui internet ternyata
memberikan dampak negatif bagi usaha-usaha perlindungan hak cipta atas media digital. Watermarking digital sebagai salah satu solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini, dihadapkan pada permasalahan ketahanan terhadap distorsi yang mungkin terjadi selama proses distribusi.

Ada beberapa teknik watermarking digital yang pernah diusulkan oleh para peneliti, baik itu yang bekerja pada domain spasialnya maupun yang beroperasi pada domain frekuensinya. Teknik-teknik watermarking pada domain frekuensi ternyata cukup baik dalam mengatasi permasalahan ketahanan terhadap distorsi.

DCT (discrete cosine transform) sebagai salah satu jenis transformasi yang banyak digunakan dalam dunia citra, kompresi JPEG adalah salah satu contohnya, mentransformasikan nilai intensitas pikselnya ke dalam frekuensi dasarnya. Implementasi watermarking digital dengan menggunakan domain DCT ternyata menunjukkan kinerja ketahanan yang cukup baik, khususnya terhadap kompresi JPEG.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Perkembangan teknologi Internet dalam beberapa tahun terakhir ini, telah
membawa perubahan besar bagi distribusi media digital. Media digital yang
dapat berupa teks, citra, audio dan video dapat dengan mudah didistribusikan melalui Internet. Kemudahan distribusi media digital melalui Internet disisi lain dapat menimbulkan permasalahan ketika media tersebut terlindungi hak cipta (copyright). Sesuai dengan sifatnya, media digital memungkinkan tak terbatasnya salinan yang sulit dibedakan dengan aslinya, dan dengan mudah didistribusikan maupun diperbanyak oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

Pemasalahan diatas, membawa perubahan cara pandang peneliti terhadap
metode yang digunakan untuk melindungi hak cipta pada media digital.
Kriptografi dalam konteks perlindungan terhadap hak cipta media digital ternyata tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Teknik kriptografi hanya mengijinkan pemegang kunci yang benar saja yang dapat mengakses media digital terenkripsi, tetapi ketika media ini telah didekripsi tidak ada lagi cara untuk melacak hasil reproduksi. Watermarking digital menawarkan solusi lain yang lebih tepat untuk masalah ini, teknik watermarking melindungi media digital dengan data tertentu yang tertanam secara permanen di dalam media yang bersangkutan.

Discrete Cosine Transform (DCT) banyak sekali digunakan didunia citra
khususnya dalam hal kompresi citra. JPEG merupakan salah contohnya, ia
memanfaatkan DCT untuk kompresi citra (Wallace, 1991). Faktor rasio kompresi JPEG yang sangat kompetitif menyebabkan popularitasnya meningkat dengan pesat dewasa ini. Watermark sebagai komponen utama dalam algoritma watermarking digital haruslah tahan terhadap kompresi yang populer ini.

Perumusan Masalah
Algoritma-algoritma watermarking yang bekerja pada domain DCT menurut ukuran bloknya dapat dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu algoritma yang memanfaatkan blok-blok DCT dengan ukuran tertentu yang lebih kecil dari ukuran citra aslinya, misalnya blok dengan ukuran 8x8 atau 16x16. Kelompok kedua menerapkan DCT keseluruh dimensi citra secara langsung. Masalah yang akan dibahas pada penulisan tugas akhir ini adalah cara kerja beserta implementasi algoritma watermarking digital pada citra berwarna yang bekerja pada domain DCT secara langsung, serta ketahanannya terhadap beberapa serangan, khususnya terhadap kompresi JPEG.

Batasan Masalah
Pembahasan atas domain frekuensi pada citra dan Discrete Cosine Transform (DCT) hanya akan diulas secara umum, hal ini dimaksudkan hanya untuk memberikan penjelasan secara global tentang pokok permasalahan yang akan dibahas, sehingga pembahasan tidak dilakukan secara mendalam. Teknik watermarking yang digunakan mengadopsi proposal Barni et al (1998) dengan beberapa perubahan yang dilakukan penulis. Ujicoba serangan terhadap teknik ini dibatasi pada kompresi JPEG dan beberapa teknik pemrosesan citra yang umum, seperti histogram equalization, median filtering, resizing dan penambahan noise.
Implementasi teknik watermarking pada tugas akhir ini menggunakan
program Matlab dari MathWorks Inc.

Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai pada penulisan skripsi ini adalah untuk memahami teknik watermarking digital pada citra yang memanfaatkan domain DCT secara langsung serta dapat mengimplementasikannya untuk citra berwarna. Selain itu juga untuk mengetahui ketahanan teknik ini terhadap beberapa serangan, seperti kompresi citra maupun pemrosesan citra.

Tinjauan Pustaka
Penelitian mengenai algorima watermarking digital berbasis DCT, telah banyak diusulkan oleh para peneliti melalui jurnal – jurnal ilmiah, diantaranya adalah jurnal yang berjudul Secure Spread Spectrum Watermarking for Multimedia, oleh Cox et al (1997), ia membahas penggunaan konsep spread spectrum communication untuk aplikasi watermarking digital. Barni et al (1998) mengusulkan algoritma berbasis DCT pada jurnalnya dengan judul A DCT-Domain System for Robust Image
Watermarking. Teknik watermarking berbasis DCT juga dibahas oleh Langelaar et al (2000) didalam Watermarking Digital Image and Video Data : A State-of-the-Art Overview.

Di Indonesia sendiri ada beberapa ulasan mengenai watermarking digital, diantaranya oleh Supangkat et al (2000) dalam artikel Watermarking sebagai Teknik Penyembunyian Label Hak Cipta pada Data Digital yang diterbitkan oleh jurnal Teknik Elektro, dan Agung (2001) yang mengulas Digital Watermarking: Teknologi Pelindung HAKI Multimedia. Selain referensi diatas, buku buku yang membahas citra digital serta beberapa literatur mengenai teknik-teknik watermarking digital lainya juga penulis gunakan sebagai bahan pustaka pada penulisan tugas akhir ini.

Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah dengan
terlebih dahulu melakukan studi literatur mengenai algoritma watermarking digital pada beberapa jurnal maupun paper ilmiah yang diperoleh dari Internet serta beberapa buku yang berhubungan dengan citra digital, kemudian penulis melakukan perancangan dan menerapkan algoritma tersebut dengan menggunakan program Matlab.

Sistematika Penulisan
Di dalam skripsi ini, penulis menyusun pembahasan materi skripsi menjadi
beberapa bab. Materi tersebut disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi mengenai latar berlakang masalah, batasan permasalahan,
tujuan penulisan tugas akhir ini, metode penelitian yang dipakai, serta
sistematika penulisan tugas akhir.

BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini dibahas definisi watermarking digital secara umum, beberapa
karakteristik yang perlu dimiliki sebuah algoritma watermarking, pembahasan singkat akan discrete cosine transform (DCT), watermarking pada frekuensi domain, dan juga ulasan mengenai ruang warna. Serangan terhadap algoritma watermarking digital pada citra juga diulas pada bab ini.

BAB III ALGORITMA WATERMARKING DIGITAL PADA DOMAIN
DCT UNTUK CITRA BERWARNA
Bab ini mengulas algoritma watermarking digital pada domain DCT untuk
citra berwarna beserta analisis teoritis terhadap algoritma ini dan juga
pemilihan threshold.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN HASIL UJI COBA
Pada bab ini dibahas implementasi algoritma watermarking digital dari bab
III, dan beberapa hasil uji-coba terhadap citra terwatermark, termasuk citra yang dikenai serangan.

BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran

ANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI TRANSFORMATOR TIGA FASA HUBUNGAN DELTA DAN HUBUNGAN OPEN-DELTA

Pada suatu sistem transmisi yang efisien, penyaluran tenaga listrik secara terus menerus tanpa terputus adalah suatu hal yang mutlak. Akan tetapi adakalanya dapat terjadi kerusakan pada transformator yang dipakai pada sistem transmisi tersebut, dimana hal tersebut akan mengganggu penyaluran listrik. Oleh karena itu harus dilakukan tindakan antisipasi agar penyaluran listrik dapat terus berjalan sementara sebelum transformator yang rusak tersebut diperbaiki atau diganti. Contohnya, dapat terjadi kerusakan pada salah satu belitan fasa pada transformator tiga fasa, yang dapat menyebabkan terputusnya aliran listrik untuk sementara. Pada kondisi darurat seperti ini, transformator yang rusak tersebut masih dapat dipergunakan walau hanya dua fasa saja yang dapat bekerja. Kedua fasa yang masih baik tersebut dapat dipakai dengan cara menghubungkannya dengan mempergunakan hubungan Open-Delta, dimana dengan memakai hubungan ini tegangan tiga fasa dapat terus disalurkan meskipun transformator hanya memiliki dua buah fasa yang dapat bekerja dan satu fasa yang lain dalam keadaan rusak.
Di dalam tugas akhir ini akan melaporkan hasil penelitian tentang perbandingan efisiensi antara transformator tiga fasa hubungan delta yang biasa dipakai dalam keadaan normal dengan transformator tiga fasa hubungan open-delta yang dapat dipergunakan dalam keadan darurat. Dengan menggunakan transformator percobaan yang terdapat di laboratorium akan didapatkan data yang akan dipergunakan untuk menghitung efisiensi dari kedua jenis transformator tersebut dalam keadaan berbeban. Data yang didapat akan dipergunakan untuk membandingkan efisiensi antara transformator tiga fasa hubungan delta dan transformator tiga fasa hubungan open-delta. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam istilah elektro, transformator adalah suatu alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi listrik dengan frekuensi yang sama. Perubahan energi listrik yang terjadi adalah perubahan tegangan dan arus. Pada transformator suplai tegangan dan arus yang dipakai adalah tegangan dan arus bolak-balik ( AC). Sedangkan tegangan dan arus searah (DC) tidak dapat dikonversikan oleh transformator.
Jenis-jenis transformator sangat banyak, tetapi secara umum dapat diklasifikasikan atas tiga jenis, yaitu Transformator Daya, Transformator Distribusi dan Transformator Pengukuran. Dalam aplikasinya di lapangan transformator yang paling banyak dipergunakan adalah Transformator Daya dan Transformator Distribusi. Pada umumnya jenis transformator yang dipergunakan sebagai Transformator Daya dan Transformator Distribusi adalah transformator tiga fasa, karena suplai tegangan dan arus yang masuk dari pembangkit tenaga listrik adalah tegangan dan arus tiga fasa.
Pada saat-saat tertentu transformator tiga fasa yang dipergunakan dapat mengalami kerusakan. Contoh kerusakan yang bisa terjadi adalah kerusakan pada salah satu belitan fasanya, sehingga menyebabkan penyaluran tegangan dan arus terputus. Hal ini akan mengakibatkan kerugian baik di pihak produsen listrik maupun konsumen yang memakai listrik. Oleh karena itu harus dilakukan suatu tindakan sementara agar transformator yang rusak tersebut dapat terus bekerja melayani beban secara sementara sebelum dilakukan perbaikan atau pergantian transformator.
Dengan demikian, perlu dilakukan pengujian terhadap transformator dalam keadaan terjadi kerusakan pada salah satu belitan fasanya dan hanya dua belitan fasa yang dapat bekerja untuk menyalurkan tegangan dan arus tiga fasa. Pengujian ini bertujuan untuk memperbandingkan efisiensi transformator dalam keadaan normal dengan keadaan ketika terjadi kerusakan seperti diatas. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian dengan metode-metode yang efektif dan efisien.

I.2 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah :
1. Memberikan penjelasan tentang cara pemakaian transformator dalam keadaan darurat, ketika terjadi kerusakan pada salah satu fasanya dan hanya dua fasa yang dapat bekerja untuk menyalurkan tegangan dan arus tiga fasa.
2. Untuk menjelaskan perbandingan efisiensi antara transformator dalam keadaan normal hubungan Delta dengan transformator dalam keadaan terjadi kerusakan hubungan Open-Delta.

I.3 BATASAN MASALAH
Agar tujuan penulisan tugas akhir ini sesuai dengan yang diharapkan serta terfokus pada judul dan bidang yang telah disebutkan di atas, maka penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas pada :
1. Pengujian efisiensi transformator dalam keadaan normal hubungan Delta dan pengujian efisiensi transformator dalam keadaan darurat hubungan Open-Delta.
2. Transformator yang dipergunakan adalah transformator buatan Pabrik AEG-Jerman pada Laboratorium Konversi Energi Listrik Departemen Teknik Elektro FT-USU dengan rating sebagai berikut :
Transformator tiga fasa : 2000 VA ; 50 Hz
Primer : 36,7-63,5 Volt ; 5,3 Ampere
Sekunder : 127-220 Volt ; 3,2 Ampere

I.4 MANFAAT PENULISAN
Laporan Tugas Akhir ini diharapkan bermanfaat untuk :
1. Mahasiswa Departemen Teknik Elektro yang ingin memperdalam pengetahuan tentang Transformator.
2. Penulis sendiri untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya mengetahui cara pemakaian transformator dalam keadaan darurat untuk sementara ketika terjadi kerusakan agar dapat terus melayani penyaluran daya.
3. Penulis sendiri untuk mengetahui perbandingan efisiensi transformator hubungan Open-Delta dibandingkan dengan transformator hubungan Delta.
4. Bagi para pembaca, diharapkan dapat menjadi sumbangan dalam memperkaya pengetahuan sehingga dapat memunculkan ide-ide yang baru dalam menemukan suatu metode untuk mengetahui atau meningkatkan nilai efisiensi dari suatu transformator.

I.5 METODE DAN SISTEMATIKA PENULISAN
A. Metode Penulisan
Untuk dapat menyelesaikan tugas akhir ini maka penulis menerapkan beberapa metode studi diantaranya :
1. Studi literatur yaitu dengan membaca teori-teori yang berkaitan dengan topik tugas akhir ini dari buku-buku referensi baik yang dimiliki oleh penulis atau di perpustakaan dan juga dari artikel-artikel, jurnal, internet dan lain-lain
2. Studi lapangan yaitu dengan melaksanakan percobaan di Laboratorium Konversi Energi Listrik FT USU
3. Studi bimbingan yaitu dengan melakukan diskusi tentang topik tugas akhir ini dengan dosen pembimbing yang telah ditunjuk oleh pihak departemen Teknik Elektro USU, dengan dosen-dosen bidang Konversi Energi Listrik, asisten Laboratorium Konversi Energi Listrik dan teman-teman sesama mahasiswa.

B. Sistematika Penulisan
Tugas akhir ini disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, manfaat penulisan, metode dan sistematika penulisan.

BAB II TRANSFORMATOR
Bab ini menjelaskan tentang transformator secara umum, konstruksi, prinsip kerja, rangkaian ekivalen, operasi kerja paralel, keadaan tanpa beban dan keadaan berbeban serta rugi-rugi dan efisiensi.

BAB III TRANSFORMATOR TIGA FASA HUBUNGAN DELTA DAN TRANSFORMATOR TIGA FASA HUBUNGAN OPEN-DELTA
Bab ini menjelaskan tentang hubungan belitan transformator tiga fasa hubungan delta dan hubungan open delta, arus dan tegangan serta daya pada hubungan belitan transformator tiga fasa hubungan delta dan hubungan open delta, perbandingan rugi-rugi dan efisiensi transformator tiga fasa hubungan delta dan hubungan open delta.

BAB IV PERBANDINGAN EFISIENSI TRANSFORMATOR TIGA FASA HUBUNGAN DELTA DAN TRANSFORMATOR TIGA FASA HUBUNGAN OPEN-DELTA
Bab ini menjelaskan tentang penerapan perhitungan efisiensi transformator tiga fasa hubungan delta dan hubungan open-delta yaitu dengan melaksanakan percobaan pada transformator di Laboratorium Konversi Energi Listrik Departemen Teknik Elektro FT USU.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang diperoleh dari hasil percobaan.

Perancangan Dan Pembuatan Sistem Terkomputerisasi Untuk Mendeteksi Kebakaran Dan Kebocoran LPG Berbasis Mikrokontroller AT89C51

Untuk mengatasi suatu masalah pada saat terjadi kebakaran dan kebocoran gas LPG yang bisa terjadi kapan saja. Maka dengan adanya alat ini dapat menjadikan salah satu pemecahan masalah didalam mengatasi kebakaran dan kebocoran gas LPG.
Perencanaan dan pembuatan alat untuk mendeteksi kebakaran dan kebocoran gas LPG ini menggunakan tiga sensor yang terdiri dari dua buah sensor yang dihubungkan dengan komperator dan satu buah sensor yang dihubungkan dengan ADC 0804. Rangkaian sensor gas TGS2610 akan mengeluarkan tegangan 5 volt pada saat mendeteksi gas butana lebih dari 1800 ppm pada permukaan sensor. Keluaran rangkaian sensor suhu LM35 menjadi 5 volt dan rangkaian sensor LDR sebesar 5 volt bila terdapat asap yang menghalangi permukaan LDR dari sumber cahaya. Alat ini juga dilengkapi dengan handpone yang dapat mendial/menelpon, sehingga dapat menghubungi petugas pemadam kebakaran dengan cepat.

BAB I
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG
Pada saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi manusia untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga.
Kemajuan teknologi terutama di bidang piranti elektronika, mendorong manusia untuk membuat peralatan elektronika tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sendi kehidupan, misalnya pembuatan peralatan keamanan.
Saat ini berbagai cara telah dikembangkan orang untuk mencegah gangguan-gangguan keamanan dan bahaya yang dapat terjadi kapan saja tanpa pernah dapat diduga sebelumnya. Sifat gangguan kebakaran dan kebocoran gas ini kemudian dirinci lagi agar dapat dipadamkan dengan sensor yang paling tepat digunakan. Sistem keamanan dapat dibangun dengan berbagai sensor yang masing-masing memiliki peranan tersendiri dalam memberikan informasi dan tanpa disadari juga bahwa bahaya kebakaran dan kebocoran gas tersebut dapat berakibat fatal.
Berdasarkan hal tersebut diatas terpikirkan penulis membuat sesuatu alat pendeteksi kebakaran dan kebocoran gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) yang portabel, tidak terlalu rumit dan dapat menginformasikan bahaya berupa suara, sehingga kita dapat langsung mengerti apa yang sedang terjadi dan dapat segera menyelamatkan diri.
Beberapa judul tugas akhir mengenai otomatisasi suatu alat atau pengaturan sensor-sensor untuk keamanan memang telah ada. Tugas akhir yang memiliki ide permasalahan dan sistem alat yang paling mirip adalah dengan judul Perancangan Sistem Terkomputerisasi untuk Mendeteksi Kebakaran Dan Kebocoran LPG Berbasis Mikrokontroller AT89C51. Alat-alat yang dipakai pada tugas akhir tersebut adalah :
• Sebuah Komputer dan piranti antar muka PPI 8255
• Sensor suhu sebagai deteksi kebakaran.
• Sensor asap untuk mendeteksi kebakaran dengan menggunakan LDR.
Dasar teori asap kebakaran lebih cepat terdeteksi dibanding panas yang ditimbulkan.
• Sensor gas LPG
• Sistem pemancar air.
Kelebihan-kelebihan alat tersebut dibanding dengan yang telah ada adalah :
? Menggunakan Mikrokontroller, sehingga peralatan lebih portabel dan memerlukan daya reletif kecil.
? Tidak memerlukan ruangan khusus untuk memasang alat ini.
? Menggunakan output berupa suara, sehingga langsung dapat dipahami bahaya apa yang terjadi dan lokasi bahaya tersebut.
? Mengaktifkan sistem penanggulangan bahaya berupa pengaktifan pemancar air bila terjadi kebakaran dan mengaktifkan penyedot udara bila terjadi kebocoran gas.
? Pemantaun tidak perlu dilakukan di ruangan khusus dan dapat dilakukan siapa saja.
? Dapat langsung menghubungi pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran.
Berdasar alasan tersebut maka dalam tugas akhir ini penulis berusaha merencanakan dan merancang pengatur listrik di mana terdapat kelebihan-kelebihan sehingga diperoleh suatu sistem keamanan yang semakin reliable dan ekonomis.

II. RUMUSAN MASALAH
Mengacu pada permasalahan yang diuraikan pada latar belakang, maka rumusan masalah dapat ditekankan pada :
1. Bagaimana merancang alat pendeteksi kebakaran dan kebocoran gas LPG dengan komponen penyusun yang dapat dengan mudah dijumpai dipasaran.
2. Bagaimana membuat rangkaian komperator yang dapat membuat output pada sensor berlogika 1 atau 0 pada kondisi yang kita inginkan dengan menggunakan Op-Amp.
3. Bagaimana merancang program Mikrokontroller AT89C51 dengan menggunakan bahasa assembler sehingga mikrokontroller dapat digunakan sebagai pengontrol pada alat ini.
4. Bagaimana merancang pengalamatan IC ISD untuk menghasilkan output suara yang menunjukkan bahaya apa yang terjadi dan ruang terjadinya kebakaran atau kebocoran LPG.
5. Bagaimana cara mengaktifkan sistem penggulangan sesuai dengan kondisi yang terjadi.
6. Bagaimana mengaktifkan handphone untuk memanggil pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran.
III. TUJUAN
Tujuan Perancangan dan pembuatan alat ini adalah untuk mencegah terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran gas secara dini, dengan mengaktifkan fan untuk mengeluarkan gas LPG secara otomatis dan memberi informasi. Alat ini juga dilengkapi pendeteksi kebakaran bila terjadi tanpa terjadi kebocoran gas LPG dan langsung menghubungi dinas pemadam kebakaran terdekat melalui handphone secara otomatis.

IV. BATASAN MASALAH
Dalam menyusun tugas akhir ini diperlukan suatu batasan masalah agar tidak menyimpang dari ruang lingkup yang akan dibahas. Adapun batasan masalahnya :
1. Pembahasan sensor TGS 2610 sebagai sensor gas.
2. Pembahasan sensor LM 35 dan LDR sebagai sensor kebakaran.
3. Pembahasan Mikrokontroller AT89C51
4. Pembahasan rangkaian ISD.
V. METODOLOGI PENELITIAN
Untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari penulisan materi tugas akhir ini, maka penulis mengadakan kegiatan antara lain :
? Kajian pustaka
Yaitu melakukan kajian ndengan cara mengumpulkan dan membaca literature sebanyak mungkin berupa buku referensi tentang Trafo Arus, Sensor Infrared, MC AT89C51, dan jurnal-jurnal dari internet
? Desain sistem
Melakukan perancangan dan pembuatan suatu alat pendeteksi kebakaran dan kebocoran gas LPG menggunakan MC AT89C51 dan dapat menghubungi pemadam kebakaran.
? Pengujian alat pendeteksi kebakaran dan kebocoran gas LPG menggunakan MC AT 89C51
Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan perkembangan dari rencana alat yang telah direncanakan dan dibuat
? Kesimpulan
Menarik kesimpulan dari kegiatan yang telah dilakukan

VI. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Secara garis besar pembahasan dari Perencanaan dan Pembuatan Alat pengantar ini terbagi dalam beberapa bab yaitu :
Bab I Pendahuluan
Meliputi; latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, metodologi, dan sistematika pembahasan.
Bab II Dasar Teori
Berisi tentang teori dasar yang berhubungan dengan alat yang direncanakan
Bab III Perencanaan dan Pembuatan Alat
Berisi tentang, perencanaan dan pembuatan alat.
Bab IV Pengujian Alat
Membahas tentang pengujian alat serta analisa hasil pengujian.
Bab V Penutup
Berisi tentang kesimpulan dan saran

Minggu, 03 Januari 2010