Jumat, 11 Desember 2009

IMPLEMENTASI SISTEM STEP by STEP SWITCHING MENGGUNAKAN KOMPONEN TERINTEGRASI

Suherman
1) Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik USU


Sentral yang menggunakan sistem step by step switching telah lama ditinggalkan. Teknologi telah beralih ke sistem switching digital common control, bahkan berbasis packet switching khususnya penggunaan IP based Network. Namun demikian, teknologi switching step by step yang dahulu berbasis sistem mekanis masih dapat diperbaharui dengan memanfaatkan komponen terintegrasi (integrates cicuit, IC). Sistem switching step by step dengan komponen terintegrasi ini dapat dimanfaatkan untuk membentuk sistem PABX kapasitas kecil. Karena dibentuk dengan memanfaatkan komponen terintegrasi, teknologi ini memungkinkan untuk diimplementasikan dalam bentuk IC tunggal (Application Specipic Integrated Circuit, ASIC). Sehingga akan diperoleh komponen PABX mini yang lebih sederhana dibandingkan PABX berbasis microcontroller.

Pemodelan Matematis Beban Tersebar Sebagai Beban Terpusat pada Sistem Distribusi 20 kV untuk Studi Aliran Daya

I Made Ginarsa dan I Made Ari Nrartha
Dosen Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram
Tel. +62-370-636126 Fax. +62-370-636126
E-mail : kadekgin@telkom.net dan nrartha@gmail.com

Studi Aliran daya pada sistem distribusi kadangkala tidak efektif untuk kasus sistem distribusi radial yang memiliki gardu distribusi cukup banyak. Ketidakefektifan ini disebabkan model bus untuk gardu distribusi merupakan bus beban dalam studi aliran daya. Diperlukan model matematis beban (gardu distribusi) tersebar sebagai beban terpusat untuk mengurangi gardu distribusi tersebar. Pada penelitian ini diusulkan pemodelan matematis beban terpusat menggunakan rumusan titik pusat massa (TPM) dengan acuan model beban terpusat. Model diuji dengan aliran daya MATPOWER versi 3.0.0. untuk validitas model diukur dengan % error (daya terkirim (Ps dan Qs), magnitude dan sudut tegangan terima) dengan kondisi real (beban tersebar). Sistem distribusi yang diacu adalah Sistem Distribusi Standar (SPLN) dan diimplemetasikan pada Penyulang Gunung Sari, Lombok.
Sistem distribusi tegangan menengah (20 kV), pusat-pusat beban dilayani oleh gardu distribusi. Gardu distribusi merupakan sebuah trafo penurun tegangan dari tegangan 20 kV ke tegangan 380/220 V. Gardu-gardu distribusi ini tersebar sepanjang saluran distribusi, tergantung dari jumlah dan kapasitas beban yang dilayani.

Perancangan Kapasitor Jalan untuk Mengoperasikan Motor Induksi 3-Fasa pada Sistem Tenaga 1-Fasa

Zuriman Anthony
Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Padang
Jl. Gajah Mada Kandis Nanggalo Padang, SUMBAR – INDONESIA
Phone: 085669006218
email: zurimananthony@yahoo.com


Metode pengoperasian motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga listrik 1-fasa dengan menggunakan kapasitor telah berkembang dengan baik. Metode ini digunakan karena mempunyai respon kecepatan yang cepat pada motor, arus start yang kecil dan perbaikan faktor daya hingga mendekati satu. Karakteristik motor saat beroperasi tergantung dari letak dan nilai kapasitor jalan yang digunakan pada motor. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuatkan metode baru dalam meletakkan dan memilih kapasitor jalan untuk mengoperasikan motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga listrik 1-fasa. Data motor yang digunakan adalah motor induksi 3-fasa 1,5 kW; 220/380V; Δ/Y; 50 Hz; 6,2/3,6A; 1400 rpm; kelas B; factor daya 0.84 tertinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motor bekerja lebih baik dan lebih efisien jika kapasitor jalan diletakkan pada sisi kumparan dengan impedansi yang lebih besar. Motor dapat bekerja dengan menggunakan kapasitor 25,9μ F pada beban 95,14%, kecepatan 1400 rpm, faktor daya 0,99 mendahului, dengan distorsi harmonik arus yang lebih rendah.

RELE TEGANGAN ELEKTRONIK
T.Ahri Bahriun 1)
1) Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik USU

Salah satu alat proteksi yang sangat dibutuhkan untuk mengamankan peralatan listrik ialah rele tegangan. Rele ini berfungsi untuk memantau tegangan dan akan memberikan sinyal melalui kontak-kontak keluarannya, jika tegangan yang dipantau lebih besar dari nilai maksimum atau lebih kecil dari nilai minimum yang diperkenankan. Rele ini umumnya bekerja secara elektronik dan rangkaian yang digunakan sangatlah sederhana, sehingga mudah untuk dipahami. Tulisan ini mencoba membahas suatu rangkaian rele tegangan yang sangat sederhana.
Prinsip Kerja Dasar
Rele tegangan elektronik umumnya mendeteksi besarnya tegangan melalui trafo tegangan atau yang lebih dikenal sebagai PT (potensial transformer). PT berfungsi untuk menurunkan tegangan yang masuk ke rele dan sekaligus mengisolasi rele dari tegangan rangkaian yang diukur. Masukan PT umumnya adalah 110V atau 220V sedangkan keluarannya adalah tegangan yang berkisar antara 12V hingga 24V, tergantung dari rangkaian yang digunakan. Tegangan keluaran PT ini selanjutnya dibandingkan dengan dua tegangan acuan, sebut saja VA untuk tegangan acuan atas dan VB untuk tegangan acuan bawah. Jika tegangan keluaran PT lebih besar dari VA maka rele keluaran pertama akan diaktipkan. Sebaliknya jika tegangan keluaran PT lebih kecil dari VB maka rele keluaran kedua yang akan diaktifkan Untuk memudahkan proses perbandingan maka besaran yang dibandingkan adalah tegangan searah. Untuk itu maka tegangan keluaran PT harus terlebih dahulu diubah menjadi tegangan searah. Besarnya tegangan searah yang dihasilkan selanjutnya dibandingkan dengan tegangan acuan yang dapat diatur. Agar dapat mengabaikan kelebihan atau kekurangan tegangan yang berlangsung sesaat (transient), maka rele tegangan biasanya dilengkapi dengan rangkaian tunda (delay) yang dapat menunda kerja kontak keluaran. Lamanya tundaan waktu dapat diatur, umumnya berkisar antara 0 hingga 10 detik.

SISTIM AKUISISI DATA

F. Rizal batubara1)
1) Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik USU


Sistem akuisisi data dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang berfungsi untuk mengambil, mengumpulkan dan menyiapkan data, hingga memprosesnya untuk menghasilkan data yang dikehendaki. Jenis serta metode yang di pilih pada umumnya bertujuan untuk menyederhanakan setiap langkah yang dilaksanakan pada keseluruhan proses. Suatu sistem akuisisi data pada umumnya dibentuk sedemikian rupa sehingga system tersebut berfungsi untuk mengambil, mengumpulkan dan menyimpan data dalam bentuk yang siap untuk diproses lebih lanjut.
Sistem akuisisi data menkonversikan besaran fisis sumber data ke bentuk sinyal digital dan diolah oleh suatu komputer. Pengolahan dan pengontrolan proses oleh komputer memungkinkan penerapan akuisisi data dengan software. Konfigurasi sistem akuisisi data dapat di lihat dari banyaknya tranduser atau kanal yang digunakan, kecepatan pemrosesan data, dan letak masing-masing komponen pada sistem akuisisi data.

Rabu, 09 Desember 2009

IDENTIFIKASI PANAS OBJEK MENGGUANAKAN CITRA TERMAL

Fotografi intramerah adalah suatu teknik dalam bidang fotografi untuk merekam cahaya yang tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata.Oleh karena itu,diperlukan penapis yang menyaring hampir semua spektrum cahaya yang dilihat oleh kita.Penapis juga berfungsi untuk melewatkan cahaya inframerah(IR),sehingga bisa diteruskan ke kamera,dengan catatan bahwa sensor atau film dalam camra tersebut harus sensitif terhadap cahaya inftamerah.Ketika teknik tersebut digunakan maka hasil dari foto inframerah dapat menjadi foto hitam-putih yang kontras contohnya warna daun yang hijau segar akan terlihat putih.
Dari penelitian yang dilakukan sebagai penapis digunakan negatif film dan penapis Hoya yang dipasang pada masing-masing lensa kamera digital.Kamera digital yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu Finepix A400 dan Nikon D40X.Penapis negatif film yang digunakan terdiri dari empat jenis yaitunegatif film,hitam putih serta negatif film warna afdruk dan non afdruk.Masing-masing negatif film tersebut dilakukan pembakaran dengan intensitas cahaya matahariyang berbeda dari yang paling rendah hingga yang sangat tinggi.Sedangkan untuk penapis Hoya digunakan jenis R72 dan RM90.selanjutnya dari semua jenis penapis tersebut akan dilakukan perbandingan.
Dari hasil penelitaian serta perbandingan yang dilakukan didapatkan kesamaan yang terletak pada hasil pengambilan gambar masing-masing kanera digital menggunakan penapis negatif film warna dengan pencuci dan menggunakan penapis Hoya R72

DAFTAR PUSTAKA
http://skripsi.ee.unila.ac.id /

RANCANG BANGUN MONITOR KUALITAS UDARA SEKITAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 DENGAN PENAMPIL DOT

Perencanaan udara saat ini telah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan seiring perkembangan industri dan produksi kendaraan bermotor yang sangat pesat.sistem monitor kualitas udara yang dapat menampilkan kondisi udara dan suhu serta kelembaban diharapkan dapat dijadikan sebagai solusi untuk menghindari dampak buruk masalah polusi udara.
Penelitian dilakukan dengan membuat perangkat sistem monitoring kualitas udara menggunakan sensor TGS 2600 dan sensor SHT 11 untuk suhu dan kelembaban,sebagai pengolah data pada sensor digunakan ATMEGA 8535 dan basic stamp.Dan untuk display,rangkaian dot mattrix menggunakan mikrokontroler ATMega 8535dan komunikasi serial untuk menampilkan data dari sensor.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kondisi udara yang ditampilkan pada display dot matrix dengan berbagai sumber polusi dan kondisi ruang.Data yang ditampilkan berupa running text dari kondisi udara,suhu dalam satuan Celcius dan kelembaban dalam satuan %RH.Kondisi udara mengacu pada satu jenis polutan gas,yaitu kadar CO

Key words:polusi udara,mikrokontroler,sensor,display,runningtext

DAFTAR PUSTAKA
http://skripsi.ee.unila.ac.id/